Promosi Pulau Komodo, Bersama Lomba Blog Pegipegi

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Sesuatu berbadan besar mengikutiku. Kulihat kulitnya berwarna coklat kusam, oh mungkin abu-abu gelap. Gerakan larinya cepat, hingga 20 km/jam. Aku berusaha kabur lebih jauh, tapi tenagaku habis. Nafasku tersengal. Betisku pegal. Pada akhirnya kakiku terantuk ranting di hutan tropis ini.

Matahari menyengat. Kucuran keringat berjatuhan. Dia memang sendirian mengejarku. Aku kalah ukuran. Di depan, ada oase. Danau jernih. Kumasuk ke air dan sembunyi dengan berenang. Ya Tuhan, dia juga perenang handal. Kuamati dari balik koral, dia mampu menyelam hingga sedalam 4,5 meter. Kumakin ketakutan.

Dia keluar dari air. Berjalan pelan, lalu langkahnya terhenti di depan sebuah bangkai.

Kusembunyi di balik pohon. Kuamati lagi makhluk itu. Moncongnya bulat, kakinya kuat, ekornya berotot. Panjangnya dua hingga tiga meter, dua kaliku. Dia menjulurkan lidahnya, panjang dan bercabang. Warna lidah kekuningan. Sesuatu dibaui oleh lidahnya, indera vemeronasal yang berasal dari organ Jacobson, berkemampuan navigasi saat gelap. Menakjubkan, bukan? Gigi tajamnya pun menyembul.

Air liur beracunnya menetes-netes. Oh, aku ingat. Air liur itu mengandung berjuta bakteri berbahaya. Gigitannya berbisa, racun antikoagulan yang akan membuat luka gigitan terus menerus memancarkan darah tanpa henti. Pada akhirnya, mangsanya terinfeksi. Mati oleh racun.

Dia tadinya sendirian, tapi lalu berkumpul sesamanya. Ya, mereka berkumpul saat makan, dan tentu saja kala berkembang biak.

Kau tahu siapa dia?

Dialah Vanarus Komodoensis. KOMODO.

Kadal terbesar yang hanya ada di Indonesia. Makhluk yang sangat prasejarah.

Tahukah kamu bahwa komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910.

Pada tahun 1912, Peter Quwens, direktur Museum Zoologi di Bogor menerbitkan paper tentang komodo. Nantinya, komodo menjadi faktor pendorong dilakukannya ekspedisi ke pulau Komodo oleh W. Douglas Burden pada tahun 1926.

Tahukah kamu bahwa komodo adalah kadal terbesar di dunia?

Dan gigantisme di pulau benar-benar terjadi. Tubuh komodo meraksasa di pulau kecil, karena tidak ada mamalia karnivora di pulau itu. Ditambah laju metabolismenya yang kecil. Komodo menjadi predator puncak di pulau komodo.

Tahukah pula kamu bahwa komodo dapat berkembang biak tanpa pejantan?

Aneh bin ajaib kalau hal satu ini. Ternyata, komodo betina diduga memiliki sifat superfekundasi atau spermthecal, yaitu kemampuan menyimpan sperma atau membuahi telur dalam waktu lama. Dugaan lain komodo memiliki sifat parthenogenetik atau dapat berkembang biak secara mandiri atau mengkloning diri sendiri. Wah, perlu penelitian lebih lanjut nih. Perlu tanya sendiri kebenarannya. Bukan tanya ke komodo lho, mana bisa ngomong dia, hehe. Tanyanya ya ke orang-orang penjaga pulau komodo.

Tahukah kamu, bahwa setelah musim kawin, komodo bertelur 15-30 butir. Lalu dimasukkan ke dalam tanah sejauh 2 meter. Telur tanpa dierami akan menetas setelah 8 bulan. Bisanya hanya 80% yang berhasil menetas.

Wah, benar-benar perlu melihat langsung komodo kawin di pulau komodo. Hihi. Musim kawinnya ada di bulan Juli- Agustus.

Pulau komodo ini unik sekali.

Karena menjadi satu-satunya habibat asli komodo, pulau ini dinominasikan menjadi New 7 Wonders of Nature. Tahu dong ya, 7 keajaiban alam dunia.

Makin besar deh keinginan saya berpetualang ke sana. Lalu, bakal saya tulis di blog semua pengalaman saya nantinya. Pengalaman melihat komodo dari dekat, menyentuh kulitnya, mungkin juga memberi makan (kalau berani). Asal bukan pengalaman dikejar-kejar sama komodo aja. Haha. Ya nggak lah, kan nantinya akan ada pemandu selama menyusuri Taman Nasional Komodo. Treknya cukup panjang lho, sekitar 3,5 kilometer. Lumayan juga ya kalau jalan kaki, tapi kabarnya bisa juga menggunakan mobil khusus.

Teman-teman tahukan ya kalau Taman Nasional Komodo ini terdiri dari beberapa pulau yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca dan dua pulau kecil yaitu Pulau Gilimotang dan Nusa Kode.

Di empat pulau ini, kurang lebih terdapat 2.500 ekor komodo dengan jumlah terbanyak di Pulau Komodo sekitar 1.300 Juta ekor, Pulau Rinca sebanyak 1.100 ekor dan sisanya di dua pulau kecil.

Tahukah kamu, bahwa ada keunikan lain Pulau Komodo selain keberadaan komodonya?

Ya, yaitu adanya pink beach. Hanya ada 7 pulau di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink, salah satunya di Pulau Komodo.

Keren ya, warna pink tercipta dari warna putih bercampur merah yang berasal dari serpihan batu koral yang tergerus ombak. Jadi penasaran melihat dan merasakan langsung butiran pasir pinknya. Cocok nih, di bulan kasih sayang, bikin love-love dari pasir pink Pulau Komodo. Haha, makin ngayal saya.

Keunikan ketiga adalah adanya 277 spesies hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Pulai ini juga menjadi surga bagi penyuka Snorkling. Taman lautnya dihuni oleh 253 terumbu karang dan 1000 spesies ikan laut yang tentu saja membuat para penyelam terkesima. Huaa, selain melihat komodo dari dekat, ternyata kita bisa bermain di pantai dan berenang menikmati pemandangan lautnya juga. Paket lengkap nih.

Lalu, mudahkah akses ke Pulau Komodo?

Ternyata, pintu masuk utama Taman Nasional Komodo adalah dari kota Labuan Bajo dan Bima. Titik keberangkatan untuk menuju kedua kota ini adalah dari Bali.

Maka saya mencoba mencari tiket pesawat dari Yogyakarta ke Bali. Lalu lanjut ke Labuan Bajo atau Bima.

Saya memilih tanggal 1 Agustus karena musim kawin tadi. Hehe. Berangkat dengan 1 orang dewasa. Ada 8 alternatif waktu keberangkatan, dengan 3 alternatif maskapai. Untuk pulangnya tanggal 3 Agustus, ada 2 alternatif waktu pulang, dengan satu-satunya maskapai. Wah lumayan juga ya.

Lalu dari Denpasar, saya mencari tiket pesawat ke Labuan Bajo. Didapatlah 4 alternatif waktu keberangkatan, dengan menggunakan maskapai yang sama. Untuk pulang pun begitu.

Nah, iseng-iseng saya coba nih memasukkan pencarian tiket pesawat langsung dari Yogyakarta ke Labuan Bajo. Ternyata ada. Didapat 2 alternatif waktu keberangkatan dan kepulangan. Lumayan juga ya tarifnya, tapi untuk bertiga ya worthed lah. Perjalanan 8 jam cukup lama sehingga perlu persiapan khusus nih selama di pesawat.

Eh tapi kalau dihitung-hitung, lebih hemat yang pakai transit ke Denpasar ya. Haha. Dasar emak-emak.

Di labuan Bajo, sebelum pulang ke Yogyakarta, bila kita mau bermalam dulu, ada banyak hotel di sana. Tinggal search hotel, langsung muncul deh nama-namanya beserta tarifnya. Ada 8 pilihan hotel nih. Eh tapi ini check out tanggal 4, jangan lupa ya tiket pesawat pulangnya juga tanggal 4 agustus. Hehe.

Di Dermaga Philimon sudah banyak kapal yang bersedia mengantar menuju kawasan Taman Nasional Komodo. Tarifnya juga tergantung jenis kapal yang digunakan.

Foto: Dermaga Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

Foto dari sini

Ini salah satu contoh harga tiket kapalnya: Jika teman-teman ingin menyewa 1 buah kapal dari Labuan Bajo menuju Loh Liang (Pulau Komodo), harga rata-rata sekitar Rp 1.500.000,-/hari (kapasitas 12 orang). Untuk destinasi Loh Buaya (Pulau Rinca), sedikit lebih murah karena jarak tempuhnya yang lebih dekat dari Labuan Bajo, yaitu sekitar Rp 1.200.000,-/hari (kapasitas 12 orang).

Berarti perginya sebaiknya rombongan ya. Ya, saya nggak pergi sendirian, saya pergi bersama Alexander Thian dan rombongan Lomba Blog Pegipegi.

Sesampainya di Pulau Komodo, ada informasi tiket masuk juga nih. Beberapa list yang dibayar, yaitu tiket masuk (12.500), kamera nonkomersial (5.000) dan jasa pemandu trail 1 jam (50.000). Total 67.500 ya.

Setelah masuk, pemandu atau biasa disebut ranger akan menanyakan kita mau mengambil trek berapa jam. Pilihannya 1 jam, 2 jam, atau 8 jam. Ini menentukan rute mana yang akan kita lewati. Uniknya, para ranger dibekali kayu dengan ujung bercabang sebagai pertahanan terhadap komodo. Kayu yang digunakan adalah kayu nggulung, kayu yang sangat kuat. Kenapa bercabang? Tujuannya adalah untuk menahan leher komodo bila tiba-tiba menyerang. Komodo sendiri tidak akan menyerang bila tidak diganggu lho. Acara penutup setelah trecking adalah makan dan minum di kafe yang dikelola TNK. Yeay, lumayan buat istirahat dan isi perut tentunya.

Jadi, mau ngapain aja sih kalau ke Pulau Komodo?

Udah tergambar diatas, kan. Sebagai salah satu fauna yang dilindungi dan Taman Nasional, saya ingin ikut mempromosikan Pulau Komodo ke seluruh dunia, melalui blog dan sosmed saya tentunya.

Saya akan membuat kategori khusus di blog saya yaitu Pulau Komodo. Bercerita mengenai :

*Mengapa kita harus ke sana.

*Persiapan apa saja yang diperlukan.

*Akses termudah dan termurah.

*Do’s and don’ts selama di pulau komodo

*Serba-serbi komodo

*Keindahan laut pulau komodo

*Kebudayaan lokal di pulau komodo

*Kuliner di sana

Dan semua itu bisa saya dokumentasikan dengan baik bila saya mengunjungi langsung Pulau Komodo, bukan hanya googling di internet. Itung-itung mempromosikan wisata negeri sendiri, kan?:)

Oh ya, selain tulisan, saya juga akan mempromosikan lewat foto-foto , mungkin di sertai kalimat edukasi seperti yang saya buat tersebar diartikel ini.

Ada satu lagi misi terliar saya, yaitu membuat cerita anak bergambar mengenai komodo. Bismillah, tujuannya lebih mengenalkan hewan unik dan langka ini ke anak-anak indonesia, termasuk anak saya sendiri.

Edukasi masyarakat sekitar demi kelangsungan hidup komodo mungkin juga bisa saya lakukan dengan terlebih dahulu mengenal asal usul komodo, langsung dari tempat tinggalnya. Jadi bisa tahu persis , tantangan atau kendala apa yang dihadapi para penjaga Pulau Naga itu.

Duh, nggak sabar bisa liburan beneran ke sana:)

Sebagai penutup. Saya tampilkan video wonderful Pulau Komodo

Yuk berlibur ke Pulau Komodo dan promosikan pada dunia …

https://m.youtube.com/watch?v=RaTWq98hzF0

Tulisan ini dibuat untuk Lomba Blog Pegipegi

Lomba BLOG-2 

 

Sumber tulisan:

10 Keunikan Komodo Sebagai Alasan Untuk Terus Vote Komodo

http://warta-blogs.blogspot.com/2013/06/keunikan-taman-nasional-pulau-komodo.html

http://agitoz.com/2014/02/01/3-keunikan-pulau-komodo/

Bagaimana cara ke Taman Nasional Komodo?

http://www.jelajahntt.com/2011/11/liputan-perjalanan-ke-pulau-komodo.html

(Visited 141 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

7 Comments

  • lia nurmalasari February 15, 2015 Reply

    Baru tau kalau komodo bisa berkembang biak tanpa pejantan. Wah pulaunya cantiiik

    • dian farida February 16, 2015 Reply

      Sama mak …saya juga baru tahu. Nah makanya itu kudu tanya langsung sama pemandunya:)

  • Inda Chakim February 15, 2015 Reply

    Bisa berkeliling en melihat komodo lebih dekat jg ya mak. Aduuhh gmn ya rasanya, deg2an, campur seneng, campur bangga kali ya, bangga karena bs melihat dr dekat salah satu hewan purbakala.
    Tfs ya mak en good luck yak :)

    • dian farida February 16, 2015 Reply

      Iy mak pasti rasanya gado2. Penasaran juga sih dari deket gimana:) thanks doanya dan sudah brkunjung:)

  • mahadewishaleh February 16, 2015 Reply

    Pengen ke sana tapi, belum ada temen :(

    • dian farida March 3, 2015 Reply

      Ayo bareng …sbnrny saya rada keder ssih.hehe

  • booking tiket pesawat April 13, 2017 Reply

    Wah mba serius komodo bisa berkembang biak tanpa pejantan? saya seumur hidup baru tau kalo komodo bisa begitu

Leave a Reply