One Day Trip to Three Unique Places: First Place is Batu Caves

facebooktwittergoogle_plusredditmail

amazing batu caves

One Day Trip to Three Unique Places: First Place is Batu Caves

Waktu menunjukkan jam 9 pagi tanggal 14 Mei 2016. Ini H-2 kami di Malaysia, sementara esok harus bertolak kembali ke Indonesia. Jadi, di hari Sabtu tersebut, kami merencanakan wisata keliling kota dalam sehari. Rencananya sih mau ke Genting, Batu Caves, KLCC dan Central Market, tapi karena satu dan lain hal yang akan saya bahas kemudian, ada beberapa tempat yang nggak bisa disinggahi.Kepergian kami kali ini akan menggunakan public transport, sehingga buat teman-teman yang akan mengunjungi Malaysia dengan backpakeran misalnya, bisa menyimak beberapa tipsnya.

Untuk menuju berbagai lokasi wisata di Malaysia, rute paling enak adalah dengan mencapai stesen KL Sentral. Itu artinya, dari Cyberjaya, kami harus mencari transportasi menuju tempat tersebut. Karena di Cyberjaya sendiri tak ada stesen (sebutan stasiun di Malaysia), maka kami menaiki bus umum ke stesen Putrajaya. Sayangnya, bus umum ini tak mengambil penumpang di varcity lodge kami, jadi kami harus berjalan kaki lumayan jauh ke halte terdekat yaitu di Cyberia (depan Universitas Kebangsaan Malaysia). Bus yang ditunggu pun datang juga, dengan membayar 1,5RM sudah bisa duduk manis di dalam bus ber-AC yang mirip transjakarta tetapi kursi-kursinya menghadap ke depan bukan di samping-samping. Ada juga pegangan untuk tangan, bila harus berdiri jika bus sudah penuh.

Perjalanan ke Putrajaya memakan waktu hampir 30 menit. Ketika sampai di stesen Putrajaya, ada dua pilihan transport ke Kuala Lumpur, yaitu dengan kereta, atau dengan bus lagi. Karena ingin merasakan naik kereta, jadilah kami membeli tiket kereta. Harganya lumayan juga, per orang kena 14RM, katanya sih tiket bus ke KL lebih murah.

Penampakan kereta dan stesennya

Penampakan kereta dan stesennya

Tempat menunggu datangnya kereta pun cukup jauh dari tempat kami turun dengan bus tadi, naik turun tangga lah. Eh teman saya malah bilang, “Kok koyo stasiun ning Kebumen yo?” Haha, di mana-mana suasana stasiun ya sama aja kan ya. Jadi inget stasiun di New York-nya AADC2 yang kayak stasiun di Jakarta=D.

Tibalah kereta yang kami tunggu. Olala, ternyata memang bagus banget keretanya, pantas saja harganya lumayan. Kursi empuk berhadap-hadapan atau yang tidak berhadapan, tempat duduk khusus wanita juga ada. Plus ada layar besar di dekat pintu masuk yang menampilkan video lagu-lagu terbaru, full AC jelas, bersih dan tidak padat, padahal di hari Sabtu lho.

Perjalanan sekitar 15 menit tidak terasa, dan sampailah kami di KL Sentral. KL Sentral ini ramai sekali, stesen yang berhubungan langsung dengan mall, dan merupakan the most connected transit point di Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Belum lagi keluar stesen sudah penuh dengan toko-toko. Di sinilah kami memutuskan mau jalan-jalan kemana dulu, karena hampir semua tempat dapat dicapai dari stesen ini. Pilihan ada pada Batu Caves atau Genting. Kami memilih Genting!




Bayangan menaiki cable car sudah di kepala, tapi siapa sangka, untuk ke sana hanya ada transport dengan bus, dan hari itu, tiket bus pagi dan siang sudah sold out! Hanya tersisa untuk jam 15.30 yang artinya sudah terlalu sore untuk kami, dan parahnya itu jam terakhir bus yang balik dari sana, alias kalau tetap mau ke sana ya harus nginep. Nggak mungkin kan?! Ya akhirnya kami memutuskan mengganti tujuan wisata ke Batu Caves.

Oh ya, untuk tiket bus ke Genting sendiri, ternyata bisa dipesan sehari sebelumnya lho. Jadi kalau nggak mau kehabisan, better pesan satu hari sebelum, atau datang ke loket tiket pagi-pagi sekali, kami datang jam 11 dan yang tersisa tinggal tiket keberangkatan terakhir jam 15.30 tadi. Jadwal bus ke genting ada pukul 11.30, 13.30 dan 15.30 (semoga nggak salah)

Untuk ke Batu Caves dari stesen KL Sentral bisa menaiki KTM Komuter. Batu Caves ini ada di stesen paling ujung. Jadi kalau kamu berangkat dari stesen yang searah dengan Batu Caves, ya tentu saja tetap bisa sampai ke sana tanpa harus transit dan ganti kereta. Untuk tiketnya lebih murah nih, per orang kena 2,6RM. Kalau kamu pingin tahu rute mana saja yang bisa diakses dari KL Sentral, silakan buka website klsentral.org, lengkap di sana.

Ternyata penampakan dalam KTM Komuter memang beda, agak mirip KRL nya Jakarta sih, tempat duduk menghadap samping dan nggak empuk kayak kereta ke Putrajaya tadi.

Setelah melewati sekitar 7-8 stesen atau sekitar 20-30 menit, sampailah kami di Batu Caves!

Tips pertama kalau ke sini adalah, bawa payung dan minum! Haha. Asli panas banget. Padahal bayangan saya, bukit kapurnya itu di pegunungan yang sejuk. Hmm, mungkin kalau ke sini pagi atau sore nggak sepanas yang saya rasakan ya.

Sepanjang jalan menuju area kuil, ada banyak orang India yang berjualan. Mulai dari gelang, anting dan cincin etnik khas India, hingga manisan dan bahan untuk pemujaan.

Untung bawa payung

Untung bawa payung

Area pertama yang tampak adalah patung emm Hanoman kayaknya (soalnya orang Indonesia mengenal Hanoman sebagai kera putih kan ya, nah ini Hanomannya berwarna hijau) berdampingan dengan kuil yang cukup besar. Di sekitar patung pertama, ada monyet-monyet yang hidup liar. Mereka menaiki pohon satu ke pohon lain, dan makan dari pemberian para wisatawan yang datang. Mulai dari pisang, kacang, hingga jeruk pun dimakan! Eh tapi mereka termasuk monyet yang nggak mengganggu para pelancong lho, buktinya walaupun berjalan ke arah kami, tetap nggak dekat-dekat gitu, malah ngeloyor naik tangga ke pura.

Jeruknya menggoda=)

Jeruknya menggoda=)

Ini dia kuil (tempat sembahyang umat Hindu) yang cukup besar dan akan kamu lewati di awal kedatangan di Batu Caves.

Kalau mau naik ke sini, alas kaki musti dilepas

Kalau mau naik ke dalam kuil, alas kaki musti dilepas

Sebenarnya di belakang patung Hanoman, ada kuil lainnya yang bisa dikunjungi, tetapi kau harus merogeh kocek 5RM lagi. Nah kami, memilih untuk nggak masuk ke sana, dan langsung menuju ke patung Dewa yang berwarna emas dan jadi ikon Batu Caves. Tapi di jalan menuju ke sana, eh melewati taman dengan air mancur di tengahnya, ikannya banyak sekali. Kami sempatkan berfoto di depan taman tersebut. Usut punya usut, taman itu adalah sebuah galeri seni, dan kalau mau masuk ke sana juga harus bayar lagi. Sebagai mahasiswa yang hemat, tentu saja kami nggak masuk ke sana lah.haha.

Sebenarnya pingin masuk, tapi nggak tahu bayar berapa=D

Sebenarnya pingin masuk, tapi nggak tahu bayar berapa=D

Finally! Sampai juga di depan patung emas! Patung siapa sih itu? Ternyata patung Dewa Murugan, seorang dewa yang menjaga masyarakat Tamil- Hindu di daerah Batu Caves. Patung raksasa ini mengingatkan saya pada patung lainnya di GWK, Bali (meskipun katanya patung di GWK belum selesai-selesai, hiks)

Lalu apa saja yang bisa dilakukan di Batu Caves?

1. Foto di depan patung Dewa Murugan

patung dewi murugan

Wajib nih mengabadikan diri di depan patung emas, khas Batu Caves. Angel bisa diambil dari mana saja, jauh dekat tetap indah kok.

Oh ya, sebagai tambahan informasi, Batu Caves ternyata menjadi lokasi Festival Thaipusam, yaitu festival pemujaan Dewa Murugan seperti yang juga dilakukan di tempat asal masyarakat Tamil yaitu India. Katanya, festival di Batu Caves ini justru lebih besar dan meriah. Bila kamu ingit melihat festival tersebut, datanglah pada bulan Januari- Februari.

2. Memberi makan burung-burung

Nasib selfie jadi pipi semua=(

Nasib selfie jadi pipi semua=(

Banyak burung merpati berkeliaran di pelataran Batu Caves. Kamu bisa berpose sambil memberi makan mereka, dan temanmu akan memotret candid, wah pasti ciamik hasilnya.

3. Naik tangga ke Gua dan Kuil

Anak tangganya ada berapa? Ratusan? Lebih!

Anak tangganya ada berapa? Ratusan? Lebih!

Buat yang ingin memacu andrenalin, kamu bisa menaklukkan ratusan anak tangga untuk naik ke gua yang merupakan kuil warga Tamil di sini. Katanya, supaya nggak capek, naikilah tangga dengan cara zig zag. Anak tangga yang banyak ini juga mengingatkan saya pada situs Makam Raja-raja di Imogiri, Jogja. Kalau di sini, untuk naik me tangga, kamu nggak boleh pakai baju yang mini, jadi harus pakai baju yang sopan. Ada bule yang sampai harus mengganti bawahannya yang rok mini dengan celana panjang agar bisa menaiki tangga.

4. Minum es kelapa muda

Seperti saya katakan di atas, kalau di sini panas banget! Untung ada beberapa penjual es kelapa muda yang seolah tahu kebutuhan para wisatawan. Kamu bisa menikmati segarnya kelapa muda sambil beristirahat sejenak dari hiruk pikuk memotret. Bisa minum langsung dari batok kelapanya atau di bawa pulang dengan plastik lho.

Cerita tentang first place di one day trip ini selesai juga, selanjutnya kami akan menuju Central Market (Pasar Seni), tempat terlengkap untuk membeli oleh-oleh di Malaysia.



(Visited 212 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

15 Comments

  • Evi May 23, 2016 Reply

    Yang lumayan menguras tenaga naik tangganya itu ya mbak. Mungkin karena saya mulai sepuh saya perlu berhenti beberapa kali sebelum mencapai mulut gua :)

  • cputriarty May 23, 2016 Reply

    Asyik dan serunya melancong Malaysia ya mbak.Ternyata.destinasi wisatanya keren punya????

    • dian.ismyama May 26, 2016 Reply

      Banyak yang belum sempat dikunjungi Mbak, karena keterbatasan waktu dan tujuan acara sebenarnya bukan liburan. Kpan2 pgn ke sana lagi.aamiin

  • DoNurdians May 23, 2016 Reply

    Bagus banget tempatnya..jadi pengen kesana. makasih banyak informasinya…

    • dian.ismyama May 26, 2016 Reply

      Sama2. Aslinya sih mungkin yang saya rasa kurang adalah soal kebersihan, masih bersih kuil2 di indonesia kalo menurut saya

  • Ani Berta May 23, 2016 Reply

    Perjalanan seruu Mba, saya belum pernah ke Batu Chaves yang famous ini tapi naik kereta api di KL sungguh menyenangkan ya Mba 😀

  • Diarysivika May 23, 2016 Reply

    kalo ingat batu caves ini ingat tangganya yang super panjang dan melelahkan 😀 kalay banget sama ibu-ibu yang kekuil padahal mereka usianya lanjut.

  • Tia May 24, 2016 Reply

    Wah kemarin sempet naik tangga sampai atas tuh, seru banget. Apalagi sepanjang naik tangga ada monyetnya lagi baca koran hihi

  • Helena May 27, 2016 Reply

    Festival Thaipusam di sana meriah banget. Selama naik tangga ada iringan musik dan ada ritual-ritual gitu (yang saya ga paham).

    • dian.ismyama May 27, 2016 Reply

      Saya malah belum pernah lihat festivalnya nih.katanya kayak debus gitu ya

  • Ayun September 28, 2017 Reply

    Tempat ini udah masuk list buat dikunkungi bulan depan. Penasaran banget pengen lihat di dalam goanya.
    Thanks for sharing, Mbak. :)

Leave a Reply

error: Content is protected !!