Menyulap Bakmi Mewah Menjadi Cemilan Bergizi ala Restoran

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Bakmi Mewah dikreasikan menjadi cemilan enak dan bergizi. Siapa yang anaknya nggak suka nasi? Anak pertama saya nih yang jarang banget makan nasi. Kalau pas mau ya bisa banyak, tapi kalau nggak mau ya dia memilih makanan lain selain nasi. Biasanya makanan pokok berganti menjadi roti, jagung, ubi atau mie.

Sebagai ibu yang memikirkan gimana caranya agar anak mau makan, selain mencoba berbagai macam vitamin, saya juga mengkreasikan menu. Salah satunya dengan membuat cemilan tinggi kalori dan gizi. Harapannya, ketika satu suapan masuk ke mulut, sudah lengkap semua karbohidrat, protein dan vitamin masuk. Dengan kata lain, saya mencoba mencari atau membuat cemilan yang ada sayur, lauk, sekaligus karbonya. Biasanya berbentuk schotel, omlete atau bola-bola nasi.

Kali ini, saya ingin mencoba sesuatu yang beda. Bila biasanya bikin schotel pakai makaroni, sesekali mau nyoba pakai mie. Pilihan saya jatuh pada Bakmi Mewah. Buat yang belum tahu, Bakmi Mewah adalah produk bakmi siap saji pertama di Indonesia, perintis mie dengan toping asli di Indonesia. Jadi kebayang dong ya, kalau Bakmi Mewah ini bukan mie biasa.

Kenapa saya tertarik dengan Bakmi Mewah?

Karena mie-nya beda dengan mie instan biasa. Selain itu, Bakmi Mewah juga bebas MSG dan bebas pengawet. Makanya saya berani menggunakan Bakmi Mewah untuk cemilan anak. Lauk pelengkapnya pun pakai daging ayam asli dan jamur asli. Wah, jadi nggak perlu nambah ayam lagi deh. Bumbunya juga nggak kayak mie instan lainnya yang nyegrak, bumbu Bakmi Mewah lebih terasa alami, karena berupa minyak sayur saja.

Masih nggak percaya dengan yang saya ceritakan? Teman-teman bisa melihat sendiri proses pembuatan mie schotel ala saya.

Saya membuatnya di pagi hari, dengan harapan bisa dimakan saat sarapan. Atau kelak ketika putri pertama saya, Najla pulang sekolah, masih bisa ngemil mie schotel ini. Pagi hari sebenarnya waktu yang cukup rempong buat emak-emak, tapi karena bayi Sara lagi sakit, dia maunya tidur terus, dan saya bisa menyiapkan mie schotel dengan leluasa.

Bahan:

1. Satu bungkus Bakmi Mewah
2. Kacang polong beku secukupnya (soalnya saya nemunya cuma yang frozen aja)
3. Wortel secukupnya
4. Telur 1 butir
5. Mentega secukupnya
6. Keju diparut sesuai selera
7. Cup aluminium

How to:

Foto kiri atas kemasan Bakmi Mewah. Kanan atas masukkan mie ke air mendidih. Kanan bawah masukkan kacang polong dan wortel. Kiri bawah tiriskan mie dan sayuran.

1. Panaskan oven suhu 150 derajat dengan api atas bawah
2. Oleskan cup aluminium dengaan mentega agar nanti schotel bisa dilepas dan tidak lengket.
3. Masak Bakmi Mewah dengan merebusnya cukup satu menit saja (hingga aldente). Masak pula kacang polong dan wortel yang sudah dipotong dadu.
4. Tiriskan hingga kering

Foto kiri atas oleh mentega ke cup aluminium. Kanan atas campurkan daging ayam dan jamur. Kiri bawah campurkan telur. Kanan bawah masukkan keju parut.

5. Campurkan bumbu minyak sayur, daun bawang dan ayam serta jamur asli. Aduk hingga rata
6. Campurkan telur yang sudah dikocok. Aduk hingga rata
7. Campurkan keju setengah dari keju yang sudah diparut. Sisihkan sisa keju.


8. Tuang adonan ke dalam cup aluminium
9. Oven dengan suhu 150 derajat celcius, api atas dan bawah, selama 15 menit. Ketika menit ke 10, tabur keju parut di bagian atas sebagai topping.
10. Mie schotel siap dihidangkan. Dapat dimakan bersama saos atau sambal.

Alhamdulillah ketika matang, penampakan mie schotelnya enak dilihat. Ketika saya cicipi, rasanya memang tidak terlalu asin, karena saya tidak menambahkan bumbu apapun, hanya keju saja dan minyak sayur dari Bakmi Mewah. Topping keju di bagian atas juga lumayan kriuk dan berasa, sehingga menambah kekayaan tekstur mie schotel ini, yaitu kriuk di bagian atas, dan lembut di bagian dalam atau bawah.

Saat saya mencoba melepaskan mie schotel dari cup aluminium, ternyata nggak lengket lho. Ini dia penampakannya.

Rasanya gimana

Terus terang saya puas dengan Bakmi Mewah, masaknya mudah banget, dan hasilnya istimewa. Mie-nya kenyal, licin, lembut, tipis, dan tidak mudah putus. Rasanya seperti saya sampaikan di atas, tidak tajam di tenggorokan, tidak membuat haus setelah memakannya dan nggak berasa kayak mie instan. Dibanding mie instan, terkstur mie dari Bakmi Mewah lebih lembut, dan rasanya lebih enak, kayak mie telur gitu.

Kakak Najla pun mencobanya setelah bangun tidur di sore hari. Kakak memilih untuk memakannya dengan tambahan kecap, hehe, ada-ada saja ya. Tebak apa kata kakak? Katanya enak banget, lembut dan yummy! Alhamdulillah, ternyata cemilan bergizi ala restoran memang berasa ya bedanya.

Terimakasih Bakmi Mewah, sudah membuat saya memiliki kreasi baru cemilan anak yang bergizi dan mewah, bahkan bisa disajikan di acara-acara keluarga:)

(Visited 88 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

7 Comments

Leave a Reply