Liburan Jadi lebih Berarti dengan Game Anak Sholeh

facebooktwittergoogle_plusredditmail

game anak sholeh

Assalammualaikum Ayah Bunda bagaimana liburannya? Pastinya saat ini Ayah Bunda sudah kembali beraktivitas seperti biasa ya, berbeda dengan si kecil yang masih menikmati liburannya. Iya, tahun ajaran baru memang belum dimulai. Sama seperti putri pertama saya (saya memanggilnya Kakak Najla) yang naik ke TK B, sekarang masih libur, karena sekolahnya baru masuk tanggal 18 Juli nanti.

Nah, untuk mengisi liburan yang masih beberapa minggu ke depan, kadang saya mulai kehabisan ide nih mau ngapain. Secara kalau mau piknik, udah nggak ada temennya, paling piknik sama saya ke tempat yang dekat-dekat kayak playground di mall, atau main sama adeknya di rumah. Tapi kadang si kakak bosen kalau main yang itu-itu saja, sehingga saya pun mencari aktivitas lain yang beda, salah satunya adalah ngegame.

Main game pakai gadget, ya atau tidak?

Banyak informasi yang menyatakan bahwa anak-anak sebaiknya dijauhkan dari gadget. Lebih baik mereka bermain di alam bebas, tanpa pengaruh layar smartphone. Tapi tahukah teman-teman, bahwa keberadaan teknologi sudah tak terelakkan lagi. Orangtua tidak bisa menutup mata, dengan cara menutup akses anak terhadap teknologi. Kalau kata teman ngeblog saya, Mak Siti Hairul, “Teknologi itu seperti sungai yang mengalir di depan rumah kita. Orangtua yang penyayang akan membangun tembok di depan rumah agar anak-anak tidak menuju sungai. Bahkan kalau perlu pasang pagar tinggi, kawat duri atau dialiri listrik. Tetapi orangtua yang bijak akan mengajari anak-anaknya berenang. Agar mereka bisa mengarungi sungai dengan selamat, menuju laut lepas.” Dengan kata lain, kita sebagai orangtua mau nggak mau harus mengajari anak-anak kita berenang di lautan teknologi.

Baca juga #InternetBAIK Bekal Anak di Masa Datang

Saya pribadi, menyatakan ya untuk gadget, dengan catatan usia anak di atas 2 tahun, dan dengan pengawasan orangtua atau dengan parental control berupa gadget security. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, bahwa kakak Najla juga ngegame untuk mengisi liburannya. Kalau mau diijabarkan, ada banyak sih jenis game yang dimainkannya. Mulai dari game mewarnai, tebak gambar, tebak angka, puzzle, hingga game salon-salonan dan game princess. Game-game di atas memang ada yang just for fun, tapi ada juga yang memiliki sisi edukatif. Nah, terus terang nih, gamenya banyak yang dari luar negeri, padahal orang Indonesia nggak kalah lho kalau soal kreativitas dalam membuat game. Makanya ketika tahu ada game terbaru yang akan segera di- launching oleh AGATA, saya jadi penasaran untuk mencoba trial -nya. Apalagi gamenya merupakan game islami, namanya saja Game Anak Sholeh (GAS). Kita cari tahu lebih detail soal game ini yuk.

Game islami?

Ditengah maraknya game-game berisi kekerasan atau pornografi tersembunyi, keberadaan game islami merupakan oase di tengah padang pasir nan gersang. Orangtua mana sih yang nggak mau anaknya belajar ajaran islam dan menjadi sholeh sejak dini? Nah, belajar melalui media game ini menjadi sesuatu yang baru dan pantas dicoba. Sebenarnya, bukan kali ini saja saya menggunakan media game sebagai alat bantu untuk kakak Najla belajar doa-doa atau huruf Hijayah misalnya, dan terbukti game islami membuat anak saya lebih tertarik untuk mempelajari hal tersebut, serta lebih cepat paham.

Game Anak Sholeh sendiri merupakan permainan seru yang dibalut dengan ajaran Islam. Dikutip dari penjelasan di playstore saat akan men- download Game Anak Sholeh (Unreleased), game ini menyatukan konsep belajar sambil bermain dalam mengajarkan nilai Islam untuk anak. Game ini dikemas dengan menarik dan interaktif dengan gambar animasi yang disukai anak, sehingga tidak membuat bosan si kecil yang memainkannya. Kategori usia untuk memainkan game ini adalah 3+. Di dalam Game Anak Sholeh, anak-anak dapat mengenal Islam dengan cara yang berbeda dan sangat menyenangkan, karena terdapat fitur-fitur yang dapat membantu anak dalam mengenal Islam seperti:
– Cerita menarik dengan nilai Islami
– Puluhan mini games atraktif dengan menyisipkan edukasi seperti berwudhu, surat pendek, shalat dan lain-lain

Wah, membaca penjelasannya saja saya langsung tertarik untuk memainkannya bersama Kakak Najla. Hari itu, saya langsung men- download Game Anak Sholeh dan meminta Kakak Najla mencobanya. Seperti biasa, Kakak langsung fasih memegang smartphone dan menggerak-gerakkan jarinya dengan lihai. Geser kanan, geser kiri, klik sana dan sini, hingga tanpa saya sadari Kakak sudah asyik sendiri dengan game barunya. Saya di sampingnya bertanya sesekali, gamenya tentang apa? Cara maininnya gimana? Seru nggak Kak? Dan Kakak pun kadang menjawab, kadang tidak, saking konsentrasinya :D. Saat Kakak menemukan kesulitan, baru deh bertanya ke Bundanya, “Bunda ini bacaannya apa? Bunda ini kenapa muncul gambar ini? Ngilanginnya gimana? Bunda kalau mau mengulang lagi pencet sebelah mana?” Sempat juga si adek (yang berusia 16 bulan) penasaran dan ingin melihat kakaknya lagi ngapain, tapi namanya juga batita, belum terlalu ngeh dengan gadget.

So far, game ini membantu saya mengulang kembali pelajaran tentang salat, doa-doa dan belajar mengaji dari TK Kakak Najla.  Tentunya saya berharap, walaupun sedang libur, tapi Kakak nggak melupakan apa yang sudah di dapat di sekolahnya. Tentang Game Anak Sholeh sendiri, berikut review dari saya:

Game Anak Sholeh: Positif

1. Gambar menarik

Gambar yang ada pada Game Anak Sholeh ini terus terang memang bagus dan menarik. Warna-warna yang digunakan pun terang dan berwarna-warni serta enak dipandang. Secara estetika, pemilihan gambar dan warna sudah pas untuk anak-anak.

2. Konsep cerita yang unik

Cerita yang dihadirkan dalam game ini saya akui memang beda dan menarik, yaitu berisi petualangan Muza (seekor kucing yang bisa bicara bahasa manusia), bersama Ali (tokoh utama) dan teman-temannya dalam mengumpulkan kartu kebaikan. Kartu kebaikan sendiri merupakan sikap-sikap yang bernilai islami, seperti kejujuran, berbagi, bersahabat, percaya diri, dan sebagainya. Nah, secara tidak langsung, konsep kartu kebaikan ini mengajarkan sikap-sikap terpuji yang sebaiknya dimiliki oleh si kecil, kan.

3. Game edukasi islam yang lengkap

Foto dari IG @sahabatanaksholeh

Foto dari IG @sahabatanaksholeh

Saat mencoba game ini, ada pilihan puzzle doa-doa harian. Bagus banget, anak jadi belajar doa tanpa disadari, karena ketika potongan puzzlenya diklik akan keluar suara pelafalan doa tersebut. Ada juga isi game yang tentang belajar salat, wudhu dan surat pendek. Dengan melihat gambar dan mendengar suara, anak akan lebih mudah menerima informasi yang dimasukkan melalui game ini, sehingga secara otomatis, anak-anak akan lebih cepat menghafal salat, wudhu dan surat pendek tadi. Ini sih perkiraan saya ya, karena biasanya jika anak senang terhadap sesuatu (ngegame itu kan seru dan membuat anak senang), dia akan mengulanginya dan lama-lama sudah terbiasa dan hafalannya di luar kepala.

game anak sholeh pengisi ramadan

Selain itu, ada yang namanya game A Ba Ta Tsa, game ini mencocokkan huruf Hijayah yang sama, disertai pelafalan juga, sehingga tanpa sadar anak belajar huruf Hijayah. Kakak Najla paling suka yang game A Ba Ta Tsa, soalnya permainannya mudah dan asyik.

4. Minigames nya seru!

Foto dari IG @sahabatanaksholeh

Foto dari IG @sahabatanakshole

Disela-sela cerita petualangan Muza dan Ali, terselip beberapa minigames. Minigames ini beda-beda dan semuanya seru! Kakak Najla antusias memainkan setiap minigamesnya, favoritnya adalah minigames jelajah taman, kata Kakak jelajah tamannya seru karena pesawatnya jalan-jalan.

Game Anak Sholeh: Saran

Saran dari saya, sebaiknya untuk cerita petualangan dilengkapi dengan suara. Hal ini dikarenakan kategori Game Anak Sholeh yang tertera di Google Play untuk usia 3+, yang artinya untuk anak balita bisa saja belum lancar membaca (seperti anak saya, hehe), sehingga mereka dapat memahami cerita petualangan Ali dan Muza dengan cara mendengarkan suara tanpa harus membaca teks percakapan. Waktu kemarin memainkan cerita petualangan Ali dan Muza, saya jadi harus membacakan semua percakapannya buat si kakak :D.

Kalau untuk instruksi minigames masih nggak apa-apa lah tanpa suara, karena instruksinya kan sedikit. Meski demikian, kalau dilengkapi suara juga lebih bagus lagi. Entah kenapa menurut saya, adanya audio akan lebih memperkuat visualisasi dari games anak-anak bila dibandingkan dengan hanya berisi gambar dan teks saja. Walau begitu, adanya bunyi-bunyian dan musik di game ini sudah sangat membantu kemeriahan dari segi audio lho.

Selain itu, tadinya saya sempat bingung kenapa game ini loading -nya kadang lama, saya pikir karena besarnya ukuran game, atau karena tergantung kecepatan internet dan sinyal? Tapi bukankah saya sudah men- download gamenya? Loading yang saya maksud adalah ketika akan memasuki game tertentu, atau di awal permainan. Sementara ketika permainan sudah berjalan sih nggak ada masalah dengan loading game- nya.

Saya sempat mengabadikan saat kakak Najla bermain Game Anak Sholeh ini lho, lihat yuk videonya.

Meski Ramadan telah berlalu, bukan berarti proses anak belajar nilai islami berhenti. Justru nilai-nilai islam dan ajaran islam ini musti diperkenalkan dan dibiasakan setiap hari. Beruntung ada Game Anak Sholeh yang dapat menjadi game Ramadan pengisi liburan anak. Anak senang, ibu bahagia karena game nya seru dan berisi konten positif.

game anak sholeh pengisi liburan

Yuk download trial -nya di Goggle Play dan mainkan Game Anak Sholeh kayak Kakak Najla:)

Tulisan ini diikutsertakan untuk GASBlogCompetititon.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GASBlogCompetititon.

(Visited 61 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

24 Comments

  • qhachan July 9, 2017 Reply

    aku baru tau game anak sholeh ini lhoh maak.. makasih infonyaa ;))

  • Leyla July 9, 2017 Reply

    Gamenya benar2 bermanfaat ya. Kita juga lebih tenang membiarkan anak main game.

    • dian.ismyama July 11, 2017 Reply

      Benar Mbak Leyla, orangtua jadi tenang kalau gamenya kayak gini

  • Uli July 9, 2017 Reply

    Wahhh nice info mak, makasih ya jadi bisa buat kanda deh ini

  • Ety Abdoel July 9, 2017 Reply

    Wah, bisa membantu orang tua dalam mengenalkan agama ya. Udah donload gamenya tapi lupa kasih tahu anakku.

  • Nurulrahma July 9, 2017 Reply

    Yaeayyy keren bgt nih yg bikin game anak sholeh

    • dian.ismyama July 11, 2017 Reply

      Iya kece ya, kepikiran bikin game islami dan edukatif kayak gini

  • Eni Rahayu July 9, 2017 Reply

    Alhamdulillah di jaman gadged msh ada game positif. Gud luck lombanya ya mbak

  • Juliastri Sn July 10, 2017 Reply

    Bener banget, ya mak..anak-anak jadi punya benteng dan filter untuk menghadapi derasnya teknologi degan game ini.. :)

    • dian.ismyama July 11, 2017 Reply

      Iya, kalau gamenya edukatif gini, orangtua juga lebih ga was2

  • Pengunjung July 10, 2017 Reply

    Nice inpoh

  • arifah wulansari July 11, 2017 Reply

    Wah menarik nih kayaknya gamenya..cobain juga ah biat Tayo

  • Ranny July 11, 2017 Reply

    Baru tau ada game anak sholeh ini, nunggu hp diperbaiki terus mau download game ini. Senang banget adanya game edukatif Islami kayak gini.

  • Dila July 12, 2017 Reply

    meluntcur donlodd :)), tfs makkk

Leave a Reply