Kereta Malam

facebooktwittergoogle_plusredditmail

download (1)

Aksara demi aksara menyapaku.

Seperti serpihan kristal yang tertiup angin.

Menabur senyum di sudut bibir.

Sekaligus memintal tanya di rongga hati.

 

Duhai pemilik inspirasi seratus puisi.

Jemariku memang takpernah beranjak dari namamu.

Melantunkan syair rindu.

Mengukir sajak-sajak bimbang nan patah.

Ditengah deru putaran roda kencana.

 

Jogja, 29 Agustus 2014, 23.00

(Visited 14 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

Leave a Reply

error: Content is protected !!