world landmark merapi park

Keliling Dunia di World Landmark Merapi Park

facebooktwittergoogle_plusredditmail

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Ada yang nggak mau keliling dunia? Kayaknya semua bakal jawab mau asal gratis! Wkkkka, kalau pakai bayar baru deh mulai mikir tujuh kali sekaligus hitung-hitungan. Nah, jika teman-teman bisa keliling dunia hanya dengan 15 ribu rupiah, pada mau nggak? Pasti mau dong, 15 ribu bisa bawa anak-anak dan suami masih kurang dari 100 ribu lah total satu keluarga.

1. Menara Eiffel nan romantis

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Pertama-tama saya mau ke Paris dulu, lihat Eiffel dan foto-foto cantik di depannya. Paris yang katanya kota romantis, cocoklah kalau berpose bareng suami, pasangan, atau sama si kecil kesayangan. Meski landmark Paris sedikit panas, tapi tak mengapa asal dapat suasana romantisnya.

Sebagai informasi, teman-teman tahu nggak kalau Menara Eiffel itu sebenarnya bukan ditujukan untuk ikon romantis, melainkan justru simbol ilmu pengetahuan modern. Gustav Eifel arsitek menara ini, awalnya memberikan proposal Menara Eiffel ke Barcelona, tapi ditolak karena bentuknya yang aneh dan biayanya juga mahal. Hingga akhirnya Perancis bersedia untuk menerima proposal Gustav Eifel, dan dibangun lah Menara Eiffel di Paris. Menara ini menjadi tanda seratus tahun revolusi Perancis. Lalu apa hubungan Menara Eiffel dengan ilmu pengetahuan modern? Ternyata Gustav menuliskan 72 nama ilmuwan dan insinyur yang terkenal di Perancis di menara ini, agar orang-orang mengetahuinya.

Oh ya, saya juga baru tahu kalau tadinya Menara Eiffel itu justru banyak dihujat. Mulai dari dianggap nggak nyeni lah, mengganggu pemandangan lah, hingga dianggap merusak keindahan kota Paris. Namun seiring berjalannya waktu, justru Menara Eiffel menjadi ikon kota Paris, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke negara ini hanya demi melihat Eiffel. Wah ternyata sejarah Menara Eifel unik juga ya.

2. Menara Pisa yang unik

Berikutnya, kita ke Menara Pisa yuk. Menara ini memang bentuknya miring, sehingga begitu mudah dikenali. Saya jadi tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai kisah miringnya Menara Pisa ini. Menurut nationalgeographic.co.id, awalnya menara ini dirancang tegak seperti bangunan lain pada umumnya, tetapi ternyata saat pembangunan eh tanah tempat Menara Pisa berdiri tidak kuat untuk menerima beban seberat menara ini, sehingga menjadi miring pada salah satu sisinya. Maklum saja, tanah yang dimaksud adalah tanah berpasir. Akibatnya, proses pembangunan Menara Pisa dihentikan kurang lebih hingga 100 tahun. Lalu, suatu ketika pembangunan menara ini dilanjutkan kembali, sehingga total masa pembangunan bisa mencapai 4 abad.

Wow, waktu yang lama bukan? Saat ini, Menara Pisa sendiri sudah berdiri sekitar 8 abad. Karena keistimewaannya lah, Menara Pisa menjadi tempat Galileo melakukan percobaan terkait gravitasi. Dari kisah ini saya jadi menyadari bahwa sesuatu hal yang tadinya bersifat nyaris dianggap gagal, ternyata justru menjadi bukti bahwa bisa bangkit kembali, bahkan dengan luar biasanya Menara Pisa justru menjadi unik dan menarik banyak pengunjung ke Italia.

3. Patung Liberty simbol kebebasan

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Kita lanjut ke keajabaiban dunia selanjutnya ya, yaitu Patung Liberty, atau simbol kebebasan. Patung ini aslinya berada di Amerika Serikat, tapi tiruan kayak yang di Merapi Park ini memang sudah ada di beberapa negara. Bahkan di Indonesia saja, setahu saya tidak hanya Jogja yang memunyai Patung Liberty.

Dikutip dari wikipedia, patung perunggu yang diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886 ini merupakan hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara. Pemahat patung adalah Frederic Auguste Bartholdi, dan Gustave Eiffel (desainer Menara Eiffel) merancang struktur penyangga dalamnya. Patung Liberty adalah salah satu lambang AS yang paling terkenal di seluruh dunia, dan melambangkan kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan. Pada tanggal 1984, Patung Liberty masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

4. Elizabeth Tower dan Big Ben

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

World Landmark berikutnya adalah yang dikenal dengan nama Jam Bigben. Padahal ternyata nama aslinya bukan Big Ben lho. Nama sebenarnya dari jam ini adalah Elizabeth Tower, dimana jam dan loncengnya didesain oleh Augustus Pugin.

Oh ya, ada juga telepon umum berwarna merah khas London lho, bisa foto-foto cantik sembari bergaya menelepon =)

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

5. Kincir Angin di Belanda

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Sekarang kita ke Belanda yuk! Belanda memang terkenal dengan kincir anginnya. Zaman dahulu, kincir angin di Belanda memiliki manfaat utama untuk memompa air keluar dari dataran rendah sehingga air menuju sungai melewati tanggul, agar tanah dapat dipakai untuk pertanian. Saat ini, dari 1000 lebih kincir angin di Belanda, beberapa masih terpakai untuk drainase. Sementara lainnya digunakan untuk menggiling biji-bijian, dan bahkan ada yang menjadi museum.

6. Pagoda mini

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Ada juga Pagoda yang merupakan bangunan khas Budha. Teman-teman bisa menemui pagoda ini di Hongkong, Taiwan dan negara-negara yang sebagian besar warganya beragama Budha.

Spot unik selain world landmark

Tak hanya bangunan keajaiban dunia saja yang didirikan di World Landmark Merapi Park ini, saat saya ke sana, ada beberapa spot lain yang juga begitu mengundang untuk di foto, antara lain patung Marsha and The Bear. Kakak Najla aja langsung mengenali Marsha dan mengajak untuk berfoto di sana. Sementara itu, Adek Sara dengan gembira megangin kaki beruang terus.

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Yang nggak kalah cantik adalah air mancur dengan kolam berukiran khas Eropa. Memang sih debit airnya nggak terlalu besar, tapi lumayan lah untuk menyegarkan suasana di World Landmark Merapi Park yang kalau siang terik banget.

Ada juga berbagai spot berbentuk hati dengan bunga-bunga yang menjulur. Kakak Najla sampai minta foto di hati ini. Cocok buat yang lagi kasmaran atau ke sini sama pujaan hati 😀

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Selain itu, bangku tamannya juga mirip dengan di luar negeri. Begitu juga dengan bunga-bunga, baik bunga asli maupun bunga sintetis yang ditanam di sekitar tempat wisata ini, persis di LN lah. Ada bunga tulip, mawar, dan bunga lain yang warnanya cerah dan bentuknya nggak pasaran.

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Background bunga-bunga pun sefotogenik ini=)

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Fasilitas di World Landmark Merapi Park

Fasilitas yang sudah didirikan lumayan lengkap. Mulai dari kamar mandi, mushola, gazebo, hingga tempat makan.

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Mushola lengkap dengan tempat wudhu

Beberapa fasilitas terbuat dari dinding yang dicat warna-warni sehingga juga menarik untuk dijadikan tempat berfoto. Sementara lainnya terbuat dari kayu sehingga terkesan alami.

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Kamar mandi warna-warni

Di rumah makan Leyeh-leyeh, ada patung panda yang lucu dan sayang jika tidak diabadikan. Resto ini terbilang unik karena berada di pendopo lho. Menu di restoran ini cukup merakyat, semacam nasi rames gitu, lengkap dengan pilihan lauk dan sayur.

World Landmark Merapi Park Yogyakarta

Ada juga resto lain yaitu 3G yang lebih kekinian. Kalau teman-teman ingin membawa makanan sendiri juga bisa lho, banyak taman berumput yang bisa dipakai untuk menggelar tikar, termasuk di gazebonya juga bisa.

Sebagai informasi, saat saya datang ke sini, ada spanduk yang bertuliskan bahwa di tempat ini akan dibangun waterpark dan kebun binatang, wah tambah seru deh bakalan! Dua tiga pulau bisa terlampaui jika kedua wahana baru tadi sudah jadi. Anak-anak bisa berenang dan melihat hewan-hewan.

Saya juga mempunyai tips nih untuk teman-teman yang akan ke World Landmark, baik sendirian maupun membawa anak dan keluarga besar.

1. Datanglah saat pagi atau sore hari

Mengapa? Karena kalau siang panas. Lokasi tiap spot nyaris nggak ada atapnya, sehingga jika matahari begitu terik ya teman-teman akan kepanasan. Sebenarnya ada untungnya juga tanpa atap, yaitu foto bisa mengambil birunya langit, sehingga tampak lebih alami dan indah.


2. Bawa payung atau topi

Nah, kalau teman-teman terpaksa datang agak siang (kayak saya) maka sebaiknya bawa payung atau topi. Bawalah payung yang bisa dilipat agar nggak berat, tapi kalau mengajak orangtua sih pakai payung dengan gagang panjang ada gunanya juga, sebagai alat bantu saat ada tanjakan. Terus terang lokasi beberapa spot di World Landmark Merapi Park memang menanjak, karena tanahnya tidak datar. Untuk topi, bawalah topi yang enak dipandang atau instagramable, sehingga nggak perlu teman-teman lepaskan saat akan berfoto.

3. Kacamata hitam merupakan pilihan

Terik biasanya diikuti dengan silau. Nggak lucu dong ya, lagi foto tapi matanya menyipit sampai kayak merem. Lebih baik sekalian pakai kacamata hitam. Kesannya sih gaya, padahal silau beneran=)

4. Pakai tabir surya

Kalau saya sih tiap bepergian pasti tabir surya. Memang sih, kadang nggak ngerasa perlu, karena nggak panas. Sama lah saat saya ke World Landmark Merapi Park, udaranya termasuk dingin, meski matahari bersinar sangat terang. Tabir surya ini penting banget buat melindungi kulit teman-teman dari sinar ultraviolet. Nggak mau kan sampai rumah malah jadi gosong kulitnya? Atau ketika tua nanti muncul bintik hitam di wajah hanya gara-gara saat muda suka travelling tanpa memakai tabir surya. Kalau saya sih ogah, mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Mau tahu tabir surya andalan saya? Ini dia, Sunzone UV Protector Face and Exposed Area.

Sunzone UV protector face and Exposed Area

Bisa buat muka dan seluruh area yang terbuka dan terkena sinar matahari, termasuk telapak tangan atau kaki misalnya. Bentuknya lotion berwarna putih, yang mudah meresap dan tidak lengket. Tabir surya ini juga nggak ada baunya lho. Untuk kegiatan outdoor di air, tabir surya yang saya pakai ini nggak mudah luntur terkena air, sehingga benar-benar memberikan proteksi.

Sunzone UV Protector Face and Exposed Area ini sudah memunyai izin BPOM yaitu nomor NC38131700250. Teman-teman boleh cek lagi di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan. Mengapa izin BPOM penting? Cuzz baca #BPOMdiHatiku dulu. Oh ya Sunzone UV Protector ini memiliki nilai SPF 50. Ada yang belum tahu apa artinya? Silakan baca di tulisan Kenali Tabir Suryamu

Keliling Dunia di World Landmark Merapi Park ini memang bikin nagih karena semuanya spotnya bisa dijadikan top selfie. Kalau ajak anak-anak, tempat wisata ini dapat digunakan untuk edukasi tentang keajaiban dunia.

Duh nggak sabar nunggu waterpark dan taman hewannya jadi nih, biar ada alasan ke World Landmark Merapi Park lagi =)

Teman-teman kapan nih rencana ke World Landmark Merapi Park ?

(Visited 48 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

6 Comments

  • Ikrom August 29, 2017 Reply

    1. Assalamuaiakum wr. wb.
    2. Kemarin ragu mau ke sini apa SKE Park , kan lebih bagus
    3. Kalau gak ada gangguan penampakan di belakang, foto di kincir angin sama sang putri bagus mbak, dibesarkan buat di ruang tamu itu bagus
    4. Aku belum biasa tabir surya, maklum lelaki. Tapi lama2 ya gosong juga ya
    5. Sudah, wassalamualaikum wr. wb.

    • dian.ismyama September 4, 2017 Reply

      waalaikumsalam, ayo kalo ke Jogja ke sini ajah. Iya kalau ke sini pas hari libur pasti ramai, jadinya foto bocor dimana-mana, hehe. Yuk dibiasakan, paling ga buat perlindungan kulit =)

  • April Hamsa September 1, 2017 Reply

    Konsepnya mirip2 sama tempat yang mbk Rian pernah kunjungi di Purwokerto itu ya mbak, kalau gak salah namanya small world.
    Wah bener tu mbak, kalau ke tempat kyk gtu gk bisa sejam dua jam, mesti agak lama, sampai siang dan kudu pake tabir surya biar gk gosong hehe

    • dian.ismyama September 4, 2017 Reply

      iya bener mirip sama yang di Purwokerto. Nah sepakat, berada di daerah tropis dengan sinar matahari sepanjang hari tentu bikin kita musti berpikir untuk melindungi kulit dari sinar UV

  • Katerina September 3, 2017 Reply

    Aku komen foto2nya aja ya mbak. Cakep2 dan bimin terpesona. Mbak Dian pandai berpose lho :)

    • dian.ismyama September 4, 2017 Reply

      aakkk Mbak Rien, apalah daku pose remah rempeyek jika dibandingkan pose Mbak Rien yang aduhai=) ajarin lah Mbak. eh ini pakai rok batik juga terinspirasi Mbak Rien lho

Leave a Reply