Impian Terdekatku

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Menulis tentang impian bagi saya tidak ada habis-habisnya. Semua sudah saya rangkum di sini sebagai resolusi 2015. Semua impian-impian tersebut adalah hal-hal yang saya pastikan bisa saya wujudkan.

Bila harus memilih mana impian yang menjadi prioritas utama terdekat, maka saya akan katakan dengan lantang, Melanjutkan studi S2:)

Mengapa?

Belajar itu sepanjang hayat. Sejak kita dilahirkan, hingga ke liang kubur.

Sebuah pepatah yang sudah tidak asing ditelinga kita.

Entah mengapa sejak dulu, belajar merupakan bagian tidak terpisahkan dalam hidup saya. Tidak melulu dalam mencari ilmu secara formal. Bahkan menambah ilmu secsra nonformal pun sangat mengasyikkan dan tak ternilai harganya.

Nah, mengapa pada akhirnya saya berniat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya? Jawaban saya adalah ada beberapa alasan.

1.Yang pertama tentunya karena tuntutan zaman.

Ketika dulu saya bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, ilmu spesialistik farmasi klinis yang didapatkan dari jalur gelar apoteker menurut saya masih kurang. Oleh karena itu, ketika dihadapkan dengan kompetensi apoteker sebagai tenaga medis patner dokter-dokter spesialis, mau nggak mau saya harus mengejar sendiri ketertinggalan ilmu dengan banyak membaca. Hal ini memacu saya berjanji untuk kelak meningkatkan keahlian saya melalui jalur formal. Anak buah saya dulu dalam hal ini para asisten apoteker pun (lulusan SMF setara SMA) sudah menjadi hal yang biasa ketika mereka mengupgrade diri menempuh pendidikan sarjana farmasi, jika mereka meningkat kompetensinya, maka apoteker juga harus meningkatkan ilmu dan skillnya.

2. Mengupgrade pola pikir

Terus terang 3 tahun mundur dari hiruk pikuk dunia kefarmasian, membuat otak saya sedikit beku. Maka melanjutkan sekolah menjadi kesempatan saya untuk meningkatkan pola pikir saya.

3.Niatan terjun ke dunia klinis

Hehe, kali ini saya harus jujur, bahwa memang salah satu kebahagiaan saya adalah ketika berinteraksi dengan pasien. Membantu mereka mengenali obat-obatan yang dikonsumsi, membantu mereka meningkatkan kualitas hidup melalui konsultasi edukasi dan konseling obat. Melihat senyum mereka yang berangsur pulih dari penyakitnya. Maka saya ada niatan untuk kembali ke dunia klinis. Entah kembali ke rumah sakit, ataupun membuka praktek apoteker mandiri di komunitas. Doakan saya ya:)

Langkah-langkah?

Karena saya yakin bisa mewujudkannya tahun ini, saya sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari, sejak tahun lalu. Saya berencana mengambil beasiswa (maklum nggak punya duit banyak,hehe) dan lalu mendaftar untuk perkuliahan tahun ini.

Persiapan:

1. Skor Bahasa Inggris

Untuk apply beasiswa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah lolos skor toefl/ielts. Nah tahun lalu saya sudah mengikuti ielts preparation class di LBI UI, Depok. Namun sepertinya karena pada akhirnya saya memilih melanjutkan S2 di dalam negeri (maklum emak-emak berbalita belum bisa jauh-jauh ninggalin anak) jadi saya akan mengambil tes toefl saja yang insyaAllah akan diadakan 14 februari ini. Mohon doanya ya teman-teman.

20150129_154146

Foto dokumen pribadi

  1. Surat rekomendasi

Persyaratan beasiswa maupun S2 mewajibkan adanya dua surat rekomendasi dari dosen ataupun atasan kantor. Dua surat rekomendasi ini alhamdulillah sudah saya kantongi.

  1. Essay

Persyaratan essay dari tempat beasiswa pun sudah saya lengkapi.

  1. Tes TPA

Kampus yang saya ambil mensyaratkan skor TPA sebagai kelengkapan registrasi. Setelah menyelesaikan syarat toefl, saya akan melakukan tes ini. Bertempat di fakultas psikologi UGM di kota Jogja. Persiapannya tentu saja latihan soal-soal dari buku-buku TPA.

  1. Persiapan mental

Nantinya, jika lolos administrasi akan ada sesi wawancara. Nah yang paling penting dari sesi ini adalah mental. Oleh karena itu, saya persiapkan dari sekarang. Membangun mental tahan banting, leadership dan disiplin.

  1. Persiapan anak

3 tahun Najla selalu bersama saya, jika nantinya saya lolos beasiswa dan lanjut S2, maka saya juga harus mempersiapkan Najla untuk menerima saya pergi ke kampus selama beberapa jam per harinya. Inilah salah satu hal yang membuat saya hijrah ke Jogja. Keberadaan nenek dan kakeknya sebagai Plan B selain sekolah dan pengasuh membuat saya jauh lebih tenang bila kelak melanjutkan sekolah dengan segala tugas dan praktek lapangannya. Najla pun pelan-pelan saya latih lebih mandiri dan mau saya tinggal dengan ditemani orang-orang yang saya percayai.

Foto dokumen pribadi

Foto dokumen pribadi

Foto Najla, dokumen pribadi

Foto Najla, dokumen pribadi

Jadi … InsyaAlah Maret ini saya mendaftar beasiswa dan Juni ini saya mendaftar perkuliahan s2. Doakan lolos beasiswa dan lancar sekolahnya ya. Aamiin:)

Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu”

label-ga1

 

 

 

(Visited 84 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

5 Comments

  • Dwi Aryanti January 31, 2015 Reply

    Impian kita sama, mak. Semangat!! ^.^

    • dian farida February 8, 2015 Reply

      Semoga sm2 tercapai y mak:)

  • evrinasp February 22, 2015 Reply

    Aamiin yra, wah mak semoga lancar ya perjalanan meniti ilmunya, saya juga ingin S2, tapi mungkin mau mulai tahun depan, skarang masih persiapan dulu

    terimakasih sudah berpartisipasi dalam GA Wujudkan Impian mu, salam hangat dari bogor

  • interesting read August 15, 2017 Reply

    Great delivery. Solid arguments. Keep up the amazing work.

  • interesting read August 16, 2017 Reply

    When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment
    is added I get three e-mails with the same comment.
    Is there any way you can remove me from that service?
    Bless you!

Leave a Reply