Harblognas JNE: Menginspirasi dan Menembus Batas, Kita juga Bisa!

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Harblognas atau Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober kemarin menyisakan banyak perenungan untuk saya. Apakah saya sudah menjadi blogger yang menulis dari hati? Apakah tujuan saya ngeblog masih sama dengan niat awal saat pertama kali ngeblog dulu? Yaitu niatan berbagi ilmu yang saya punya, agar ilmu tersebut diketahui oleh lebih banyak orang, sehingga menjadi lebih bermanfaat. Ataukah tujuan ngeblog saya saat ini sudah terbagi-bagi, terpecah belah? Satu yang pasti, saya masih setia ngeblog, karena saya senang menulis, karena saya senang berbagi.

Harblognas: apa sih yang disebut menginspirasi itu?

Menurut KBBI, menginspirasi berarti mengilhami, yaitu sesuatu yang menggerakkan hati untuk menciptakan/melakukan hal tertentu. Tentunya hal yang positif ya.

Oleh karena itu, menginspirasi dalam bentuk paling mudah adalah menjadi role model orang di sekeliling kita, agar mereka mengikuti apa yang kita lakukan.

Sejak awal, saya berharap agar tulisan saya bisa menginspirasi, dengan cara menjadi diri sendiri, menulis sesuai gaya tulisan saya sendiri. Oleh karena itu tagline blog saya adalah, ismyama.com “Berbagi, menginspirasi, dan menjadi diri sendiri”

Rupanya, tak hanya saya saja yang berkeinginan agar blog menjadi media yang dapat menginspirasi. Bedanya, teman blogger saya yang satu ini, benar-benar sudah menginspirasi banyak orang. Namanya Grace Melia, seorang parenting blogger yang juga merupakan pendiri RRR (Rumah Ramah Rubella). RRR sendiri adalah komunitas bagi para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dikarenakan virus TORCH pada umumnya, dan virus Rubella pada khususnya. Selain itu, Mbak Grace juga merupakan peraih spesial award Kartini Next Generation 2012. Dengan melihat kiprahnya di dunia kesehatan dan ngeblog, rasanya sangat pantas ketika Mbak Grace hadir sebagai narasumber acara Harblognas JNE pada tanggal 14 November 2016, Senin lalu.

Foto dari kiri ke kanan: Mbak Pungky (moderator), Pak Marsudi (Head Office JNE Jogja-Jateng), Mbak Grace, Mbak Uphie.

Acara Harblognas JNE ini diadakan di Hotel Harper Mangkubumi, dengan mengundang tiga narasumber yang menginspirasi, yaitu Pak Marsudi sebagai Head Office JNE Cabang Jogja-Jateng, Mbak Grace Melia blogger inspiratif, dan Mbah Uphie Mashar owner Online Shop Stupid Room yang menembus batas.

Acara dibuka oleh pembaca acara yaitu Mba Kachan, yang diikuti sambutan oleh Adi Subagya sebagai Brand Manager JNE area Jogja-Jateng.

Pak Adi Subagja saat membuka acara Harblognas JNE. Foto dokpri

Setelah itu, ada penampilan dari Mbak Winda Carmelita (blogger Malang) yang menampilkan pertunjukan musik.

Penampilan Mbak Winda yang mengejutkan. Suaranya merdu! Foto dokpri.

Para blogger dipersilakan untuk makan malam sambil diiringi lantunan lagu merdu dari Mbak Winda. Pssttt, lagu-lagunya galau abis lho! Hihi. Setelah makan malam, acara pun dimulai.

Bersama para blogger. Foto dokpri

Ada satu lagi nih blogger daerah yang merupakan panitia acara, yaitu Mbak Pungky Prayitno, beliau menjadi moderator pada Harblognas JNE kali ini. Mbak Pungky membuka sesi sharing dengan memanggil para narasumber. Setelah masing-masing narsum memperkenalkan dirinya, Mbak Pungky mulai menggali kisah inspiratif mereka. Ada beberapa poin yang saya highlight saat sesi sharing, antara lain:

Tips jadi blogger yang dikenal dan terus meroket

  1. Tampil beda

Saat blog kita memiliki keunikan, maka akan ada pembaca yang setia. Misalnya blog Mbak Grace ini berisi tentang parenting, jadi saat ada pembaca yang lagi mencari info atau tips parenting, secara otomatis dia akan membuka blognya Mbak Grace. Bisa jadi kunjungan pertamanya via keyword di google, atau via share sosial media, dan setelah ada keterikatan dengan tema parenting, kunjungan berikutnya akan directly ketik www.gracemelia.com

  1. Personal branding itu penting

Personal branding itu penting, bisa melalui sosial media kita, melalui portfolio kita, dan penampilan kita sehari-hari. Orang lain perlu mengetahui siapa kita, sehingga akan terjalin networking. Kita ingin dikenal sebagai apa,hal itulah yang kita tonjolkan. Misal travel blogger ya sering upload foto jalan-jalan dan nulis wisata, food blogger ya statusnya yang berbau makanan atau tips mengenai pemilihan makanan,dan sebagainya.

Sebelum Mbak Grace memilih niche blog, beliau terlebih dahulu mengobservasi pembaca blognya. Agar mengetahui latar belakang pembacanya, berapa usianya, apa tipe artikel yang disukai dan ditunggu oleh para pembaca juga dapat kita observasi. Misalnya dengan bertanya di sosial media, seperti memancing topik yang diinginkan pembaca.

  1. Belajar dari blogger lain dengan terus memperbaiki diri

Setelah mendahulukan branding, barulah kita belajar hal lain. Kunci sukses menjadi blogger yang meroket yaitu terus belajar, salah satunya dari blogger lain. Lihat blog siapa yang disukai pembaca, blog mana yang pageview-nya tinggi, kenapa bisa begitu. Mungkin foto-foto yang dipakainya jernih dan bagus, mungkin tulisannya enak dibaca, mungkin infografisnya keren, lalu mulailah kita mempelajarinya dan sesuaikan dengan kebutuhan blog kita.

Contoh langsung yang saya lihat adalah saat Mbak Grace memperbaiki tampilan header-nya, dan menggunakan emoticon khusus yang personal banget. Sama halnya tentang belajar mengenai pengetahuan soal blogging seperti SEO, adsense dan sebagainya.

  1. Jangan baper, lebih baik introspeksi diri

Tips keempat ini penting lho teman-teman. Sebagai blogger, baper itu sebaiknya dibuang jauh-jauh. Sebaliknya, saat ada yang nggak sreg di hati, cobalah untuk introspeksi diri, dan memperbaiki diri. Bisa saja kan yang dikhawatirkan orang lain itu justru untuk menjaga nama kita, atau ketika ada agency/blogger yang memberi masukan dan kritikan, maka ambil lah hal positifnya saja. Ada yang unfollow sosmed kita? Santai saja, koreksi diri. So sebaiknya daripada dimasukin hati, justru sebaliknya, buktikan bahwa kita bisa menjadi lebih baik dan lebih baik. Buktikan dengan karya nyata=)

Sebelum menutup sharing-nya, Mbak Grace berpesan agar marilah kita menjadi blogger yang pembelajar dan progresif.

Kemudian, bagaimana dengan tips dari Mbak Uphie agar online shop-nya tetap eksisdan memiliki pelanggan yang loyal?

Ternyata 11-12 dengan masukan dari Mbak Grace, yaitu mem-branding bisnisnya dan melakukan personal branding. Setelah mengoptimalkan branding, terbukti follower dan omzetnya bertambah. Selain itu, dengan testimoni dari konsumennya, juga membuat online shop-nya bertambah laris. Menurut Mbak Uphie, agar kita menjadi ahli, maka kita harus menekuni apa yang kita lakukan.

Mbak Uphie bercerita bahwa endoser pertama produknya dalah seorang blooger, sehingga beliau termasuk seorang pengusaha yang dekat dengan dunia blogger. Mbak Uphie juga berpesan pada para blogger agar ketika mereview produk, ceritakanlah hal yang jujur, bila perlu beri masukan untuk produsen jika merasa ada hal yang kurang dari produk atau dari segi pelayanan.

Sesi Pak Marsudi dari JNE

Sampailah di sharing berikutnya yaitu oleh Pak Marsudi. Pak Marsudi menjadi saksi perjuangan JNE selama 20 tahun, yaitu sejak tahun 1990-an. Dari pak Marsudi, saya mengetahui bahwa JNE akan berulangtahun yang ke 26 pada tanggal 26 November ini. Itu artinya JNE sudah berdiri dan bertumbuh bersama masyarakat Indonesia. JNE ingin menginspirasi bagi Indonesia, oleh karena itu diadakanlah acara Harblognas JNE ini sebagai salah satu caranya. Selama 26 tahun ini, JNE terus mengalami perbaikan dan peningkatan kualitas, tentunya akhrinya menghasilkan peningkatan omzet. Pada tahun 2006 pengiriman paket JNE Jogja hanya 600 kg/hari, tapi semenjak tahun 2009-2010 (ketika e-commerce meledak) maka meledak pula lah omzet JNE. Pengiriman JNE saat ini hingga 10 ton per hari, amazing ya?! Bahkan sekarang JNE berusaha untuk mencapai pengembangan hingga 4,7 triliun. JNE melihat besarnya potensi ekonomi e-commerce sehingga JNE berusaha optimal untuk menguasai pasar distribusi. Apalagi mulai banyak start up yang berbisnis pengiriman ekspres kurir, menjadi motivasi JNE untuk terus melakukan perbaikan di segala sisi, terutama pelayanan dan kualitas, termasuk kecepatan pengiriman.

Bagi JNE, cara untuk menginspirasi negeri, bisa dengan perbaikan dan terus berinovasi. Bagi JNE, kompetitor bukan lawan, melainkan kawan untuk sama-sama menjadi yang terbaik dalam melayani pelanggan.

Salah satu bukti peningkatan pelayanan JNE adalah dengan munculnya My JNE, yaitu aplikasi android yang memudahkan pelanggan JNE. Dengan My JNE, kita dapat mengecek tarif (ongkos kirim) dan tracking paket. Saya sendiri pernah mereview aplikasi My JNE di sini.

Pesan Pak Marsudi, jika ingin bisnismu sukses, jangan lupa pada anak yatim, fakir miskin dan janda miskin.

Finally acara akhirnya selesai juga, dan ditutup dengan pembagian doorprice untuk pemenang live tweet. Yeay, selamat ya untuk para pemenang! Seperti acara lainnya, nggak afdal kalau belum foto personel lengkap. Jadilah para blogger, pengisi acara dan panitia berfoto bersama. Alhamdulillah saya mendapat banyak ilmu dari Harblognas JNE kali ini, dan tentunya juga senang karena bertemu dengan banyak teman blogger yang biasanya hanya dijumpai di dunia maya.

Foto dari @JNE_JOG

Terimakasih JNE yang sudah hadir selama 26 tahun di Indonesia, teruslah berkembang dan menginspirasi!

Kalau JNE, Mbak Grace dan Mbak Uphie bisa menginspirasi dan menembus batas, maka kita juga bisa!=)

(Visited 78 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

6 Comments

Leave a Reply