minum formula asam amino

Pengalamanku Dengan Formula Asam Amino Untuk Mengatasi Si Kecil yang Alergi Susu Sapi

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Aku masih ingat ketika pulang kuliah, putri keduaku mengalami bentol-bentol sekujur tubuh. Tangan dan kakinya penuh bentol warna merah. Bahkan terjadi bengkak di sekitar mata, bibir, dan telinganya. Padahal waktu itu ia masih ASI ekslusif. Hanya ASI yang diminumnya.

Kala aku sedang kuliah, putriku Sara memang meminum ASIP atau ASI perah. Setelah kuingat-ingat, ternyata yang diminumnya hari itu adalah ASI yang kuperah sesaat setelah aku makan seafood dengan kalap. Sehari sebelumnya, aku dan teman-teman kuliah makan kepiting, udang, kerang di sebuah resto khusus seafood.

Sejak saat itu, aku lebih berhati-hati. Sebisa mungkin aku menghindari makan olahan laut. Begitu juga ketika Sara mulai MPASI. Benar saja, begitu ia makan telur, langsung bentol-bentol lagi. Pernah juga beberapa buah membuat sekitar bibirnya menjadi bruntusan.

Oleh sebab itu, setiap anakku mengalami reaksi “aneh”, aku mencatat makanan atau minuman yang ia konsumsi pada hari tersebut. Tujuannya agar di kemudian hari, aku enggak memberikan zat yang sama. Atau kalau aku ingin memberi makanan atau minuman itu lagi, maka mulai dari jumlah terkecil.

Pada usianya yang ke tujuh bulan, aku sempat PKL selama satu bulan di Surabaya. Seminggu sekali aku pulang untuk membawa ASIP. Setelah sebulan berlalu, Sara masih mau menyusu langsung. Namun setelah usianya satu tahun, ia mulai menolak menyusu, dan hasil perahanku juga semakin sedikit:(.

Sara termasuk anak yang makannya banyak, ia melahap semua makanan. Sara juga sudah minum air kacang hijau, air putih, dan sari buah lainnya sehingga aku tak terlalu khawatir jika ASIPku kurang. Namun ternyata, hal ini berpengaruh dalam ritual tidurnya. Sara biasa minum ASIP atau menyusu langsung, sehingga akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengenalkannya pada susu sapi.

Pada usia satu tahun, saya dan suami mengenalkan Sara pada susu sapi. Siapa sangka, ia alergi. Badannya jadi gatal-gatal, dan kadang diare. Pernah juga ia muntah-muntah setelah mengonsumsi susu sapi. Sampai suatu hari, aku mendengar tentang Neocate dari temenku yang berkonsultasi ke dokter. Anak temenku juga alergi susu sapi. Mulailah aku browsing-browsing cari tahu soal Neocate di internet dan tanya juga ke dokterku. Apa sih Neocate itu?

Apa Itu Neocate?

Neocate adalah susu yang berbahan dasar asam amino atau sering disebut dengan #FormulaAsamAmino, Anak yang alergi protein susu sapi itu tidak bisa mencerna protein utuh pada susu sapi, sehingga ketika ia mengkonsumsi susu sapi akan timbul respon tubuh seperti : ruam-ruam, nafas grok-grok, perut & pencernaan tidak nyaman dan lain sebagainya. Asam amino adalah protein dalam bentuk paling sederhana yang paling mudah dicerna dan bersifat non- alergenik. Nah, pada Formula asam amino protein whey (protein utuh pada susu sapi yang biasanya memicu alergi) sudah diurai seluruhnya. Oleh karena itu, formula asam amino ini dikatakan 100% bersifat non alergenik atau tidak akan menyebabkan reaksi alergi pada anak yang  alergi protein susu sapi.

Sebagai informasi, ada beberapa tipe formula, mulai dari susu sapi dengan formula standar, formula hidrolisat parsial, formula hidrolisat ekstensif, dan susu berbasis asam amino. Nah, yang pertama saya sebutkan adalah paling alergenik, dan yang terakhir saya sebutkan adalah yang paling non- alergenik.

Formula asam amino telah terbukti paling aman untuk anak yang alergi susu sapi. Bahkan beberapa penelitian membuktikan bahwa anak yang sensitif dengan protein susu sapi, ketika mengonsumsi formula asam amino, justru gejala alerginya berkurang, dan berat badannya naik.

Formula asam amino mungkin rasanya akan sedikit berbeda dengan susu sapi (lebih pahit) tapi menurut dokter sih tidak perlu khawatir, kita hanya berpu mengenalkan cara transisinya saja ke si kecil. Caranya telah dirangkum oleh #AhliAlergi

neocate advance

Nah, untuk anak usia 1-12 tahun, terdapat Neocate Advance yang merupakan nutrisi #Hipoalergenik sebagai pelengkap rangkaian allergy care. Nutrisi ini mengandung asam amino yang bebas protein susu sapi sehingga aman untuk diberikan pada si kecil yang mengalami alergi susu sapi. Pantas aja temanku mendapatkan rekomendasi susu Neocate ya untuk anaknya. Neocate juga tersedia produk MPASI nya juga namanya Neocte spoon jadi Ibu nggak perlu bingung untuk makanan pendampingnya jika si kecil alergi.

Selain itu, Neocate juga diindikasikan untuk anak yang alergi berbagai protein makanan (multiple food allergy), serta yang mengalami kondisi klinis lain yang memerlukan nutrisi asam amino untuk asupan.

Neocate juga dilengkapi energi 1 kcal/ml dengan kandungan MCT yang tinggi sebesar 35%. Oleh karena itu, Neocate dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mengejar pertumbuhan anak dengan alergi. Ngerti enggak maksudnya? Jadi gini, anak yang alergi itu otomatis enggak semua jenis makanan bisa dikonsumsi. Akibatnya apa? Ia enggak mendapat beberapa nutrisi yang ada di makanan alergen tersebut. Oleh karena itu, bisa saja pertumbuhannya berada di bawah anak-anak tanpa alergi.

Keunggulan Neocate?

  1. Mengatasi gejala alergi susu sapi dengan lebih cepat dan efektif.

Neocate adalah satu-satunya nutrisi dengan kandungan 100% asam amino non alergenik di Indonesia.

Wow, satu-satunya lho. Ini nih yang bikin saya tertarik pada Neocate. Apalagi telah terbukti secara klinis membantu meredakan gejala ASS (Alergi Susu Sapi) secara cepat dan efektif dalam waktu 3-14 hari. Dengan kata lain, Neocate dapat digunakan pada anak yang alergi susu sapi, bahkan produk ini meringankan gejala alergi yang dialami oleh anak.

  1. Mendukung pertumbuhan si kecil tanpa halangan dari alerginya

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, si kecil tetap dapat tumbuh sesuai usianya, karena susunya telah digantikan oleh formula asam amino non alergenik. Ibu tidak perlu khawatir terhadap pertumbuhan buah hatinya yang punya alergi. Bila dulu anak terpaksa menghindari susu sapi, kini ia memiliki pilihan lainnya yaitu Neocate.

Masih penasaran? Berikut ini informasi nilai gizinya:

informasi gizi neocate

Setelah mengetahui semua keunggulan tersebut, saya membaca infografik mengenai alergi untuk mengetahui lebih detail bagaimana sih gejala alergi.

infografik alergi

Ternyata anak saya memiliki faktor risiko alergi yaitu dari riwayat keluarga dan perubahan mikrobiota usus. Saya sendiri waktu kecil memang alergi beberapa makanan seperti telur dan seafood, tapi setelah dewasa, tidak lagi. Sedangkan suami saya tidak memiliki alergi, tapi ayahnya mempunyai asma. Begitu juga dengan ibu saya, sampai sekarang beliau masih alergi udang dan beberapa jenis makanan laut.

Nah, anak kedua saya ini memang lahir melalui operasi caesar. Menurut infografik, di Indonesia rata-rata 9,8% memiliki risiko alergi, bahkan >15% jika berada di kota besar.

Bagaimana dengan Gejala Alergi yang Dialami Sara?

Ia pernah mengalami dermatitis atopik, angiodema, dan urtikaria. Tergantung apa yang ia makan, dan berapa banyak yang dikonsumsi, bentuk gejala pada kulitnya bisa berbeda.

Kadang rhinitis alergi juga terjadi saat Sara anak makan es krim kebanyakan atau berenang terlalu lama. Biasanya Sara langsung pilek, dan bersin-bersin.

Deteksi Alergi Menggunakan Alergy Tool

Makanya saya penasaran ingin mencoba Allergy Tool di website Nutriclub. Setelah mengikuti deteksi alergi, orangtua dapat berkonsultasi dengan #AllergyExpert lho.

tes deteksi alergi

Pertama-tama, saya diminta mengisi apakah saya sedang hamil, sudah mempunyai anak dengan alergi, ataukah tidak tahu anak apakah saya alergi? Lalu ada data diri si kecil. Lalu ada beberapa pertanyaan mengenai kondisi alergi yang dialami oleh si kecil. Ibu bisa memilih lebih dari satu gejala.

gejala alergi

Setelah itu, Ibu diminta memilih zat atau kondisi apa yang dicurigai menyebabkan alergi pada si kecil. Untuk Sara, saya memilih susu dan seafood.

zat pencetus alergi

Lalu Ibu diminta memilih gejala alergi muncul dalam bentuk yang seperti apa. Saya mengklik muntah dan diare, karena dua hal tersebut yang dialami Sara ketika minum susu sapi.

gejala alergi susu

Kemudian, Ibu akan diminta untuk mengisi klom data diri. Beberapa detik berikutnya, keluarlah hasil Allergy Test Result. Untuk hasil tes alergi Sara, kemungkinan ia menderita alergi susu sapi sehingga perlu dilakukan penghindaran (complete avoidance) segala bentuk produk susu sapi.

tips mengatasi alergi susu sapi

Yang paling saya sukai adalah, terdapat rekomendasi hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua, termasuk tips untuk mengatasi alergi susu sapi pada anak. Senang sekali rasanya ketika saya mendapat pengetahuan baru yang dapat dipraktekkan ke Sara.

minum formula asam amino

Lihat deh, sekarang Sara tampak ceria saat minum susu. Tidak ada lagi bentol merah dan gatal yang membuatnya menangis. Tidak ada lagi reaksi mencret atau muntah yang membuat saya panik. Pengalamanku mempunyai si kecil yang alergi susu sapi berbuah manis.

(Visited 14 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

Leave a Reply

error: Content is protected !!