Demi HP Pertama

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Sentuhan manja bergelayut di tubuh rampingnya, kulit yang mulus, putih bersinar, membuat jatuh cinta orang yang memandangnya. Satu suara merdu yang keluar, menimbulkan decak kagum hingga ke kerongkongan.

“Hei, Kasih, ngapain lo melototin HP gue? Gue bilang kan tolong ambilin blackberry gue di meja kelas, bukan kayak mau klepto gitu. Pantesan lama.”

Yang merasa disindir buru-buru meletakkan apa yang digenggamnya, memundurkan langkah, lalu menoleh.

“Sory Lan, gue cuma mengagumi handphone-mu. Enggak lebih kok.”

Kasih mengayunkan kakinya lebih cepat, berlalu, menuju suatu tempat yang baunya menyeruak. Air matanya tumpah ruah di balik dinding kelabu.

“Aku tahu, kalau bukan karena pengabdian mamak menjadi petugas kebersihan disini, takmungkin orangtuaku bisa menyekolahkanku.Tapi godaan itu terlalu berat, handphone keluaran terbaru, tas mentereng, sepatu bermerk. Duh, bahagia sekali Lani dan teman-teman se-gengnya,” monolog Kasih lirih.

Tembok retak- retak itu seakan menguping curahan itu.

Saat bel tanda usai sekolah berdentang, ada yang menarik lengan Kasih.
“Lo butuh duit, kan?”

“Ee, darimana kamu tahu, Dar?”

Darni, orang kaya baru di kelas dua SMP Maju Jaya. Tadinya menyetor kue di kantin, sekarang dia bahkan membawa sepatu adidas untuk di kredit teman-temannya.

“Dinding di sekolah ini nggak bisu tahu,” jawabnya seraya terkekeh.

“Lalu? Kamu mau minjemin uang gitu?” Kasih bertanya polos.

“Aduh ,Sih..Sih..memangnya gue pemilik bank? Gue mau nawarin sesuatu.
***

Credit

Credit

Sebulan kemudian, Kasih menenteng HP pertamanya, blackberry Gemini yang fitur-fitur-nya bahkan tak dimengerti pemiliknya. Belum sempat memasukkan telepon tersebut ke dalam saku bajunya, terdengar bunyi TING!!

1 message.

Kasih membuka tombol lock, lalu memainkan jemarinya. Bibirnya tersungging ke samping seraya menatap pesan di layar HP. Lalu, diejanya barisan huruf itu dalam batin.

Kasih , nanti sore Om tunggu di hotel  ya.

Pesan dari Om Bara, salah satu manager di hotel X.

Hatinya gembira. Batinnya bersyukur. Setelah kenal Om Bara, pundi-pundi uang mengalir, hingga Kasih bisa membeli HP pertamanya, dan menabung untuk bekal kuliahnya kelak.

Kasih refleks mencari fitur galeri, lalu membuka foto cupcake hias buatannya, hasil privat dengan Darni.

296kata. Ditulis untuk Giveaway HP Pertama

10338828_10203858501568353_1231243048_n

NB: setting waktu tahun 2013, jadi HP pertamanya ya blackberry,he he.

(Visited 111 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

2 Comments

  • Istiadzah Rohyati June 15, 2014 Reply

    Bhahhahaha aseeeemmm. Kirain mau ngapain gitu sama Om Bara di hotel. :p

    • dian farida June 15, 2014 Reply

      He he,tadinya mau kearah sana,tapi berhubung saya anak baik2& membuat cerita baik2 juga=)*sok bijak

Leave a Reply