Celoteh Anak: Saatnya Harus Mandiri

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Si bayi yang lahir 2,9kg itu akhirnya sudah besar juga=)

Nggak terasa putri pertama saya sudah berusia 4 tahun 10 bulan, bentar lagi 5 tahun. Dan ngomongnya duh udah makin jago alias ceriwis banget, nggak bisa berhenti kayak kereta. Entahlah nurun siapa, yang jelas bukan nurun ayahnya yang pendiam, haha. Uniknya, sangat ngobrol sama anak, banyak coleteh atau kalimat lucu yang dilontarkannya. Makanya kadang saya tulis distatus FB biar nggak lupa. Tujuan lain nulis di FB, supaya dibaca ayahnya, momen obrolan apa saja yang sudah terjadi antara saya dan si kakak.

Nah, saking lucunya, saya jadi ingin membagi di blog nh. Jadi, akan ada rubrik baru di blog saya, yaitu soal obrolan unik alias celoteh lucunya Najla. Seperti kali ini, saya mau flashback saat mengajari kakak buat mandiri. Terus terang kadang capek juga ya sudah sebesar ini masih minta diladeni ini itu, hehe, terutama soal makanan. Masalahnya si kakak makannya nggak yang sekali makan dalam jumlah banyak, tapi musti porsi sedikit berkali-kali, hedeh. Akhirnya satu-satunya cara adalah mulai mengajarinya melakukan hal-hal kecil sendiri. Misalnya seperti membuat roti tawar isi, membuat susu, mengambil air putih, dan sebagainya. Kalau untuk makan sendiri sih kakak sudah bisa, meskipun menu nasi butuh effort karena yang dimakan bisa-bisa lauknya tok, haha, kalau udah gitu, terpaksa menyuapi jadi jurus andalan.

Nah, soal membuat susu kan musti pakai air panas ya, jadi kakak memang belum pernah belajar. Sementara kalau mengambil air putih sendiri dari dispenser sih udah bisa sejak lama.

Kisah ini berawal dari si kakak ngajak main tukaran peran. Jadi ceritanya kakak jadi Bunda, saya jadi kakak. Wah udah deh langsung saya ngomong yang ngeselin, misal:

“Bunda..lapar, mau minta susu, sama roti isi susu putih.”
“Bunda, gatel nih tangan Najla. Duh gatel semuanya, garukin!”
“Bunda, Najla tuh bosen! Ayo kita main apa.”
“Bunda..Najla mau makan yang enak-enak!”

Dan segudang permintaan lainnya, haha.
Sering juga saat malam hari waktunya tidur, eh si kakak malah kelaperan. Giliran jam makan bilang kenyang. Makanya saya berinisiatif ngajarin dia hal-hal kecil untuk dilakukan sendiri, agar mandiri.

Bunda: “Kak, besok kita belajar cara buat susu sendiri ya. Kan kakak udah besar, nanti bisa ngajarin Adek.”
Najla:” A..a Bunda..nggak mau ah. Buat susu itu susah!”
Bunda:”Lho, susahnya kenapa? Makanya belajar, biar bisa dan jadi mudah!”
Najla:” Tapi Najla itu nggak mau Bunda.”
Bunda:” Ya nanti Bunda bantuin dulu sampai bisa. Gimana?”
Najla: “Ya coba dulu aja.”
Yeayy misi berhasil.
Lalu obrolan berlanjut.
Bunda:” Nanti kakak sekalian belajar nyuci baju sendiri ya.”
Najla: “A..a Bunda!”
Bunda: “Terus belajar nyapu, ngepel, jemur baju, dan sebagainya. Haha”
Najla:” Kalau nyapu itu mudah Bunda.” (si kakak udah sering nyapu sendiri soalnya, meskipun debunya makin kemana-mana=D)
Bunda: ” Kakak kan sebentar lagi udah gede. Makanya belajar mandiri, supaya semua bisa sendiri.”
Najla :”A..a, kalau gitu Najla mau jadi anak-anak terus aja!”
Bunda:”Lho kenapa? Biar nggak harus belajar mandiri? ”
Najla:” Soalnya Najla mau main terus, mau naik odong! ”
Wkkkka ternyata.

Tapi akhirnya si kakak tetap mau lho latihan bikin susu sendiri.  Mulai dari membuka karet pembungkus kemasan susu, menuang bubuk susu,  memencet air panas di dispenser, hingga mengaduk. Terus menuang sereal dan makan sendiri. Yeay!

Kemarin juga diajak Bunda nyobain ngucek baju kebayanya juga mau, bantuin Bunda jemur juga. Good job girl! Besok adek bayi jangan lupa diajarin ya=)

Sebagai tambahan, saya mau kasih beberapa tips agar anak mau mandiri. Soalnya ini PR banget juga untuk Bundanya Najla. Sewaktu ambil rapor kemarin, Bu Guru bilang kalau Kakak Najla masih kurang mandiri di sekolah, jadi diharapkan dilatih lagi di rumah. Here we go tipsnya.

1. Contohkan apa-apa yang harus dilakukan sendiri.

Misal kita mau anak makan sendiri, ya saat kita makan jangan minta disuapin, wkkkkka, ini sebenarnya saya sih yang kadang minta suapin suami kalau lagi malas makan. Atau kita ingin anak rajin membereskan tempat tidurnya, ya kita kasih contoh bahwa tempat tidur juga kita rapikan sendiri.

2. Ajarkan pada anak, bagaimana cara melakukan aktivitas tertentu yang dia harus mandiri.

Nah ini yang kadang kita lupa. Selain mencontoh, anak-anak juga perlu diajari caranya. Nggak ada yang ujuk-ujuk bisa mandi sendiri, bisa menalikan sepatu sendiri, tanpa kita ajari. Ada beberapa teman saya yang kaget anaknya nggak bisa melakukan beberapa hal, sementara itu mereka lupa bahwa belum pernah diajari. Ada juga orangtua yang kaget kok anaknya bisa ini itu, padahal nggak pernah diajari, eh nggak tahunya si anak belajar di sekolah, atau nonton YouTube. Nah lho!

3. Beri kepercayaan pada anak bahwa mereka bisa.

Dengan mempercayai, mereka akan merasa dihargai. Meski jelas acara makan jadi lebih berantakan, atau mungkin kamar tidur jadi nggak serapi yang semestinya, tapi paling tidak, mereka sudah mau dan berani mandiri. Jangan dikit-dikit dikritik, yang ada malah mereka jadi nggak semangat buat lebih mandiri. Kalau perlu kasih semangat dengan bertepuk tangan atau memberi pujian saat mereka berhasil melalukan sendiri apa-apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Soal reward ini, saya jadi ingat tulisan Mbak Grace tentang worksheet pekerjaan rumah untuk anak usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun, teman-teman bisa baca pandangan Mbak Grace kenapa anak-anak musti dikenalkan dengan pekerjaan rumah sejak dini, dan saya sepakat:)

Anyway, ada yang mau sharing juga gimana cara melatih kemandirian anaknya?

(Visited 72 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

6 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!