Sastra

Kereta Malam

Aksara demi aksara menyapaku. Seperti serpihan kristal yang tertiup angin. Menabur senyum di sudut bibir. Sekaligus memintal tanya di rongga hati.

Prompt #49: Mata Pelacak

Jilatan api melahap atap rumbai gubuk kami. Vorsatir masih berputar putar di udara, menggapai kepulan asap seraya memicingkan mata. Sayapnya merekah. Sisik keemasannya berkilau, senada dengan mata coklat di iris kiri, dan merah di kanan.

Karyasih, kekasihku

Ini kisah tentang seseorang yang aku sayangi. Ini cerita tentang kebanggaan di atas keterbatasanku. Kekasihku pergi merajut mimpi. Sementara aku, bergelut dengan keseharian yang sunyi, di dalam rumah petak peninggalan orangtua.

Prompt #33: Pelabuhan Hati

“Ada yang ingin kukatakan padamu, istriku.”Arman menggandeng Ratih menuju sofa di kamarnya. “Katakan saja, Mas.” “Bila dadaku terasa nyeri saat memikirkan perempuan lain, bagaimana menurutmu?” “Maksudnya? Mas selingkuh?”

error: Content is protected !!