Belajar Tahan Tempaan dari Keramik Klampok Banjarnegara

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Life is like a cup of tea. It’s all in how we make it –Anonim-

pembuatan keramik

Pic by @bajalananblog

Kehidupan memang seperti secangkir teh, bukan hanya karena manis dan pahitnya, tetapi bagaimana cara kita membuat atau menyeduhnya sehingga menjadi teh yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi banyak orang. Intinya, proses kita menjadi individu ataupun menjadi makhluk sosial lah yang menentukan value kita. Proses pembuatan teh sendiri membutuhkan alur yang cukup panjang lho. Mulai dari pemetikan, pelayuan, penumbukan, oksidasi dan pengeringan.

Tradisi minum teh bagi orang Indonesia khususnya orang Jawa, sangat saya syukuri. Selain mengandung tanin yang baik untuk kesehatan, ngeteh juga dapat mencairkan suasana. Teh hangat kental manis biasanya dihidangkan saat ada kumpulan warga. Baik acara santai maupun acara formal.

keramik Klampok Banjarnegara

Nah, saat saya ke Banjarnegara kemarin bersama teman-teman media, blogger, dan Disparbud Banjarnegara, teh hangat menjadi minuman yang ditunggu-tunggu, terutama saat kami berada di Dieng yang dinginnya mencapai 14 derajat celcius. Ngomong-ngomong soal teh dan kehidupan, saya jadi ingat kunjungan ke keramik Klampok. Ada yang ingin tahu kisahnya?

Keramik Klampok itu apa?

Keramik Klampok adalah keramik khas Banjarnegara. Beberapa cirinya antara lain warna dasarnya gelap, ukirannya tegas cenderung lubang-lubang, dan warnanya terlihat glossy. Keramik Klampok sendiri merupakan peninggalan zaman Belanda. Untuk material dan modelnya lebih ke keramik Belanda, dimana yang membedakan hanyalah pada ukiran akhirnya saja, tergantung ke daerah atau negara mana keramik ini akan didistribusikan. Hal ini disebabkan karena keramik Klampok berusaha memenuhi keinginan pasar, dimana budaya tiap negara atau tiap daerah itu berbeda.

Bu Yanti pengusaha keramik

Ibu Yanti sebagai generasi kedua pengusaha keramik Klampok, ketua Cluster Keramik Klampok dan ketua Kelompok Usaha Bersama turut hadir dalam kunjungan media dan blogger. Beliau menjelaskan sejarah keramik Klampok di Banjarnegara. Keramik Klampok milik Ibu Yanti didirikan sejak tahun 1969 oleh Bapak Masrundari Sunarno. Sepeninggal Bapak Masrundari, usaha keramik Klampok diteruskan oleh generasi kedua yaitu sejak tahun 1994.

Apa saja yang diproduksi?

keramik Klampok Banjarnegara

Ada tulisannya poci Indonesia

Keramik Klampok 90% memproduksi poci. Poci-poci yang sering teman-teman lihat sebagai kawan minum teh memang dikenal dari Tegal, padahal aslinya diproduksi di Klampok lho.  Bu Yanti sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut, “Bila Klampok mampu untuk memproduksi, dan Tegal mampu untuk memasarkannya, ya tidak apa-apa, malah bagus jadi manfaat untuk banyak orang,” kata beliau. Wah bijaksana sekali ya. Selain ke Tegal, poci dari Klampok juga dilepas ke pasar domestik di Indonesia. Saat ini ada kurang lebih 40 ribu poci di distribusikan ke perusahaan besar seperti teh botol sosro, tongtji, 2 tang, dan sariwangi. Perusahaan tadi menggunakan poci sebagai media untuk berjualan teh. Istilahnya, ngeteh ya pakai poci. Selain poci, Klampok juga memproduksi berbagai bentuk keramik lainnya seperti guci, vas bunga, piring, gelas, cangkir, dekorasi ruangan yang multifungsi, meja-kursi, dan sebagainya.

Keramik Klampok didistribusikan ke?





Tak hanya ke perusahaan-perusahaan teh saja, distribusi keramik Klampok juga menyasar pelajar, mulai dari paud sampe perguruan tinggi. Di keramik Klampok Usaha Karya, mereka belajar membuat keramik sesuai usianya. Bahkan pengrajin keramik daerah lain juga melakukan studi banding ke tempat ini. Selain belajar membuat keramik, mereka juga belajar kewirausahaan dan manajemen usaha keramik. Berapakah biaya untuk belajar di Klampok dengan durasi 2 jam? Untuk TK cukup 12 ribu rupiah/anak, SD 20 ribu rupiah/anak, SMP dan SMA 20 ribu rupiah/anak (tergantung barang yang dibawa pulang). Cukup murah, kan? Apalagi keramik yang teman-teman buat boleh di bawa pulang. Lihat deh cantik-cantik banget keramiknya.

keramik Klampok Banjarnegara

Pewarnaan keramik pun disesuaikan dengan usia masing-masing anak. Begitu juga bentuk keramiknya. Untuk media pembelajaran sekolah, biasanya menggunakan celengan dan tempat pensil.

Keramik Klampok juga sudah mendunia lho. Terakhir diekspor ke Amerika yaitu ke Pier1 (perusahaan handycraft terbesar di dunia), dengan sekali order bisa mencapai 7 kontainer. Selain itu juga diekspor ke Afrika, Asia, kadang sampai ke Arab. Bila musim haji tiba, banyak yang memesan poci lho. Tahukah teman-teman, bahwa produk keramik Klampok yang dikirim keluar negeri lebih banyak berupa patung, dan vas bunga. Untuk negara seperti Jepang sendiri, mereka lebih menyukai produk yang minimalis, kuat dan fungsional. Pengrajin keramik di Klampok ini tidak mau tergerus oleh zaman, sehingga produknya juga harus disesuaikan dengan kesukaan para pelanggannya. Sebagai informasi, di Klampok terdapat 12 industri rumahan dengan total pekerja 600 orang. Perusahaan Bu Yanti sendiri ada tiga, dengan jumlah pengrajin 100 orang.

Bagaimana strategi agar keramik Klampok tetap berdaya saing tinggi di dunia internasional?





Kompetitor keramik Klampok levelnya sudah internasional, terutama Vietnam. Kini, Vietnam bahkan mengalahkan Tiongkok. Saat Bu Yanti mengunjungi Vietnam, diketahuilah bahwa proses pembuatan keramik di sana lebih efisien. Dimana pembakarannya masih menggunakan kayu bakar, dengan hasil yang maksimal. Sementara kalau Klampok masih memakai fiber blanket, dengan biaya yang tinggi.

Lalu apa kelebihan keramik Klampok? Kalau di Klampok, gerabahnya keras, dengan warna dasar merah. Hal ini disebabkan oleh proses pembakaran keramik Klampok yang luar biasa, yaitu pada suhu 900-1100 derajat celcius. Sedangkan keramik di tempat lain biasanya berupa tembikar yang krowong. Tembikar sendiri mudah pecah di musim dingin. Lain dengan keramik Klampok, tidak mudah remuk di suhu yang ekstrim.

Bu Yanti memiliki strategi agar keramik Klampok tetap terangkat dan tidak kalah dengan produk vietnam yang lebih murah, yaitu dengan cara harus mempunyai pikiran untuk selalu berkembang. Harus selalu belajar tentang budaya daerah yang akan dimasuki produk keramik Klampok, sehingga sesuai dengan selera atau kesenangan pemesan.

keramik Klampok Banjarnegara

Produk keramik Klampok yang disesuaikan dengan pasar

Saya sendiri salut terhadap pemikiran Bu Yanti yang out of the box. Pantas saja keramik Klampok dapat bertahan di tengah gempuran industri serupa. Beliau bahkan berpesan bahwa keramik Klampok tidak akan lestari jika pengrajinnya berkurang. Jadi Bu Yanti justru senang jika semakin banyak warga yang mau membuat atau mendalami keramik Klampok. Itu artinya, pelancong akan berduyun-duyun datang ke Klampok, sebagai sentra keramik. Dengan kata lain, perusahaan Bu Yanti tentu akan kecipratan dong.

Kembali ke judul, mengapa saya menulis belajar tahan tempaan dari keramik Klampok? Ya, karena sesungguhnya sesuatu yang indah itu enggak tiba-tiba jadi indah, melainkan melewati sebuah proses panjang. Proses inilah yang tidak semua orang ketahui. Nyatanya, sebagian besar proses tersebut berliku, tak jarang menyakitkan. Karena dengan melewati hal-hal yang memaksa berada di titik terendah lah, manusia akan mengeluarkan potensi yang tak disadari sebelumnya. Lanjut yuk ke cara pembuatan keramik Klampok yang menginspirasi.

Cara membuat keramik

Proses pembuatan keramik Klampok dimulai dari mencari bahan baku di Kabupaten Kebumen, Wonosobo, dan Ajibarang. Tanah yang menjadi bahan utama diolah dengan cara diendapkan, atau dilumatkan memakai mesin. Keramik Klampok sendiri menggunakan metode diendapkan, dimana keramik paling bagus di dunia itu ya diendapkan, sehingga hanya sarinya yang tersisa.

Tanah yang dipilih harus mengandung kaolin, silika, besi, dan clay sedikit. Kemudian, tanah yang sudah liat mulai dibentuk menjadi keramik, dengan cara diputar, dicetak (keras dan cair), atau melalui teknik pilin.

keramik Klampok Banjarnegara

Pembuatan keramik

Teknik putar

Metode pilin sendiri biasanya digunakan oleh seniman yang akan membuat patung. Langkah selanjutnya adalah pengukiran keramik.

pembuatan keramik

Gelas dan poci pun diukir. Pic by @bajalananblog

Ukiran keramik Klampok sangat khas, yaitu goresannya tegas dan cenderung ada lubang-lubangnya.

Tahap berikutnya adalah menjemur keramik setengah jadi ini di bawah terik matahari selama dua hari.

keramik Klampok Banjarnegara

Keramik diangkat setelah dijemur

Setelah itu, keramik dihaluskan dengan amplas dan air. Wah sampai sini saja sudah terlihat ya bahwa sebongkah tanah melewati proses yang panjang untuk menjadi keramik. Proses paling mengagetkan adalah pembakaran dengan oven selama 15 jam, pada suhu 900-1100 derajat celcius. Wow, siapa sangka keramik harus melalui pembakaran terlebih dahulu, sebuah cara menyakitkan demi melahirkan keramik yang cantik dan kuat. Oh ya, keramik perlu didinginkan dulu sekian jam, baru oven dapat dibuka.

Setelah dibakar, produk keramik yang keluar dalam bentuk terakota, idealnya di finishing dengan glasir. Tetapi pada perkembangannya, ada teknik yang dinamakan apresiatif, yaitu menghias bagian luar keramik sesuai kreasi masing-masing. Kreasi tersebut dapat menggunakan kaca, kulit telur yang sudah terpakai, rotan, gedebog pisang, dan sebagainya. Jadi teknik penyelesaian keramik ini dapat disesuaikan dengan konsumen.

Nah sekarang teman-teman jadi tahu, kan, kalau keramik di Klampok memang ditempa terlebih dahulu sebelum menjadi cantik. Bila kehidupan seperti secangkir teh, maka pastikan proses yang teman-teman lalui adalah jalan untuk menjadi individu yang lebih baik dan berkualitas. Proses yang keras dan penuh tempaan sekalipun, biasanya justru membuat diri kita semakin kuat. Tempaan dari siapa saja yang hadir di kehidupan kita, anggaplah sebagai guru. Dengan begitu, teman-teman akan lebih berpikiran terbuka, baik menerima masukan ataupun kritik tajam, hehe. Biar enggak terlalu serius, yuk ngeteh pakai poci dari keramik Klampok:)

“Famtrip Blogger dan Media diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjanegara”

keramik Klampok Banjarnegara

(Visited 89 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

31 Comments

  • Ella Fitria November 16, 2017 Reply

    Makasih kak dian sharenya, informatif banget nih.. Sini main ke Banajrnegara lagi..

    • dian.ismyama November 17, 2017 Reply

      Sama-sama dek, mau dong main lagi, belum puas di Dieng nya nih:)

  • unggulcenter November 17, 2017 Reply

    Haha kok aku bacanya tadinya belajar tahan tempaan hidup dari keramik klampok hihi.. kebanyakan baca blog inspirasi 😀 😀 tapi emang bisa juga kali ya keramik klampok aja tahan, masa kamu ngga? Haha

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      haha emang aku nulis judulnya begitu Mas. Keramik klampok aja bisa tahan ribuan derajat, harusnya manusia juga bisa tahan tempaan hidup, prosesnya memang begitu kalau mau naik kelas=)

  • Retno November 17, 2017 Reply

    Baru tau kalau di Banjarnegara ada yang memproduksi keramik bahkan sampai ke Mancanegara. Di Malang juga ada tapi aku malah belum pernah kesana, cuma lihat lihat di tokonya saja hihihi

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      iya sama aku juga baru tahu makanya kagum juga tuh kemarin. secara poci nasional bahkan pe internasional bo

  • rani yulianty November 17, 2017 Reply

    Keren banget mba Dian, saya sering bercita-cita punya koleksi keramik kalau anak-anak sudah besar,kalau sekarang anak-anak masih balita, rawan rusak ya

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      hehe ngeri-ngeri sedap ya kalau masih ada balita di rumah

  • Cerita Bunda November 17, 2017 Reply

    Keramiknya bagus-bagus ya, sepertinya memang dibuat dengan penuh rasa, dan suka banget lihat para ibu yang turut dalam proses pembuatan keramik

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      iya kayak udah mengalir di nadi mereka ya kecintaan terhadap keramik

  • rani yulianty November 17, 2017 Reply

    proses pembuatan keramik memang membutuhkan waktu yang agak lama, tapi hasilnya luar biasa ya, itu seneng banget lihat para ibu turut serta dalam proses pembuatannya

  • Vety Fakhrudin November 17, 2017 Reply

    Baru tahu aku mbak kalau keramik itu terbuat dari tanah *yaelah kemana aja saya selama ini 😂

  • ivonie November 17, 2017 Reply

    Ulasannya informatif banget mbaak, jadi tahu nama-nama pengolahan sebuah keramik. Jadi pengen memiliki salah satu teko poci-nya buat prop poto hahaha

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      iya mba cakep2 buat properti foto. kalo ke sana pasti ngiler deh

  • Dikki Cantona Putra November 17, 2017 Reply

    untuk membuat keramik ini membutuhkan sabaran yang extra dan harus teliti ya mba dalam mengolah tanah liatnya supaya bisa berbentuk. Dan sekarang jamannya keramik modern jadinya bentuk dan corak keramik disesuaikan dengan masa kini pastinya biar pasar tidak sepi dengan model yang lama.

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      iya benar banget Mas. Para pengrajin juga pasti ekstra sabar

  • Ilham Kusumaning Pratama November 18, 2017 Reply

    Wah, bagus tuh. Produk asli Indonesia. Modelnya sama kayak cangkir mainan dari tanah liat gitu, ya? Belum pernah main dari mainan keramik, dulu pas kecil mainnya adalah mainan yang terbuat dari tanah liat. Tapi, kalo dari keramik menurutku lebih menarik, sih. :)

    SALAM UPIL GAUL! 😀

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      iya sama Mas. Ya keramik itu dari tanah yanh yang kayak di foto. Tinggal bagian akhirnya aja bisa ditempelin macam2 atau diwarnai biasa

  • Putu Sukartini November 18, 2017 Reply

    Wah pelajaran hidup banget ya ngintip pembuatan keramik itu
    Tempaan membuatnya jadi indah
    Setuju mbak

    Semoga kita juga begitu ya, tempaan terus menerus membuat kita jadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari

  • zefy November 18, 2017 Reply

    keramiknya bagus-bagus ya, kalau dijadikan penghias ruangan pasti bagus. dulu waktu SD aku pernah coba-coba buat kerajinan dari keramik untuk mata pelajaran keterampilan tetapi ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan memang, perlu banyak kesabaran dan ilmu hehe

  • Fania surya November 18, 2017 Reply

    Aku malah pingin coba langsumg belajar membuat keramik di tempatnya. Asyik kali ya bisa bentuk-bentukin secara kreatif gitu.

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      ayo ke Banjarnegara berarti, bisa lho belajar di sana

  • Nova Violita November 18, 2017 Reply

    Pembuatan keramik emang butuh waktu yang lama ya.. pembuatannya juga rumit ..biar kualitasnya juga bagus…

    Suka motif motif nya…

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      iya benar mbak. makanya kalau lihat guci harganya lumayan ya wajar ya

  • Ulya November 18, 2017 Reply

    Kereeeeennnn
    Dari tanah liat bisa jadi barang bagus dan bernilai jual tinggi. Pengen bisa bikin, tapi tanganku kurang bisa luwes kalo soal beginian. Cry.

    • dian.ismyama November 18, 2017 Reply

      kemarin yang pada nyobain teknik putar sih katanya lumayan berat itu muter alatnya. Dulu aq pernah coba yang pakai tangan diadon biasa, lumayan juga euy, cepet keras soalnya, jadi kudu grujuk air kalo mau diperbaiki

  • amanda desty November 18, 2017 Reply

    keren banget sudah go internasional pokoknya yaah.
    jadi inget aku dulu juga pernah lihat langsung proses pembuatan keramik kayaknya gampang tapi ternyata gak segampang itu. harus teliti banget sampai menghasilkan keramik yang cantik dan bagus bagus yaa..

Leave a Reply

error: Content is protected !!