Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Pernah nggak saat ngobrol sama orang, eh kita kaget karena ternyata aroma mulutnya berbau kurang sedap? Hihi, jadi serba salah ya, mau meneruskan pembicaraan, tetapi rasanya mau pingsan menyium bau mulutnya. Apalagi di bulan puasa ini, rata-rata beberapa teman saya mengeluh mulutnya menjadi berbau tidak sedap. Kira-kira kenapa ya? Dan bagaimana cara mengatasinya? Kan jadi nggak percaya diri kalau bau mulut.

Ternyata, bau mulut atau dalam istilah medis disebut sebagai halitosis, dapat terjadi karena adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut, bahkan bisa jadi merupakan tanda dari masalah kesehatan lainnya. Bau mulut juga dapat terjadi karena makanan menyengat yang kita makan, atau pola hidup tidak sehat lainnya.

Baca juga Pola Hidup Sehat secara Alami di Bulan Puasa

Makanan seperti apa yang dapat mempengaruhi bau mulut kita?

Tentu saja makanan yang aromanya kuat, seperti bawang putih atau bawang bombay. Jadi inget pete dan jengkol nih, makanan tersebut juga berbau menyengat bukan? Sama halnya dengan durian (padahal saya suka banget sama durian, hehe). Menyikat gigi, berkumur dengan pencuci mulut, belum tentu dapat menghilangkan baunya, sampai makanan tersebut benar-benar sudah keluar dari tubuh kita.


Kebiasaan buruk seperti apa yang dapat menyebabkan bau mulut?

  1. Tidak rajin menyikat gigi.

Ketika kita tidak rajin menyikat gigi, maka makanan dapat tertinggal di mulut, sehingga menyebabkan terjadinya pertumbuhan bakteri baik di gigi, sekitar gusi, bahkan di lidah, sehingga hal ini mengakibatkan bau mulut. Makanya menyikat gigi ini penting, bahkan digaungkan sejak dini di PAUD dan TK, karena begitu anak-anak punya gigi, permasalahan gigi dan mulut bisa saja terjadi. Bahkan, sebelum mereka punya gigi pun, dianjurkan agar mulut tetap dibersihkan baik dengan kain kasa, maupun dengan sikat untuk gusi dan lidah khusus bayi.

  1. Merokok atau mengunyah tembakau.

Selain merusak paru-paru, rokok dan tembakau dapat mengakibatkan bau mulut yang tidak sedap, bahkan membuat warna gigi berubah, hingga mengurangi kemampuan mulut dan lidah untuk merasakan rasa makanan, serta juga dapat mengiritasi gusi. Banyak banget kan kerugian merokok? Makanya lebih baik menghindari rokok deh, sedangkan yang sudah terlajur, mulai me-list apa saja manfaat berhenti merokok, salah satunya ya dapat menghilangkan permasalahan gigi dan mulut.

Masalah kesehatan apa yang berkaitan dengan bau mulut?

  1. Penyakit gusi.

Bau mulut yang menetap, bisa jadi merupakan tanda adalah penyakit periodontal (terkait gusi). Penyakit gusi dapat disebabkan oleh plak pada gigi. Bakteri yang ada di mulut, membentuk toksin (racun) tertentu yang dapat mengiritasi gusi, dan jika tidak diobati, toksin tersebut bahkan dapat merusak gusi dan tulang rahang. Hiii, jadi jangan main-main ya dengan kesehatan gigi dan mulut! Kesehatan gigi dan mulut itu adalah salah satu tanda bahwa tubuh kita juga sehat lho.

  1. Penyakit lain.

Penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan bau mulut, antara lain adanya infeksi jamur pada mulut, atau karies gigi (gigi berlubang). Infeksi jamur yang biasanya ditandai dengan sariawan, kadang membuat kita malas menyikat gigi, karena ada sariawan yang perih baik di gusi, lidah atau bagian dalam mulut. Nah, hal tersebut akan membuat jamur semakin merajalela di mulut kita, bahkan bisa ketambahan bakteri juga. Cobalah untuk tetap menyikat gigi, sementara daerah yang sulit disikat karena ada sariawan, usahakan jangkau dengan cara lain, misal berkumur terlebih dahulu dengan obat penghilang rasa sakit khusus mulut, baru mulai menyikat gigi.

Xerostomia (mulut kering) juga dapat mengakibatkan bau mulut. Hal ini terjadi karena saliva (air liur/air ludah) berkurang jumlahnya. Padahal saliva berfungsi untuk melembabkan mulut, menetralisir asam yang dihasilkan oleh plak, dan membersihkan sel-sel mati yang menumpuk di lidah, gusi dan bagian dalam mulut. Jika saliva berkurang atau sedikit jumlahnya, maka sel-sel mati tadi bisa membusuk dan mengakibatkan bau mulut. Mulut kering sendiri mungkin merupakan akibat dari hal lain, seperti masalah di kelenjar ludah, ataupun efek samping obat. Obat-obatan yang mempunyai efek antikolinergik, biasanya dapat mengakibatkan mulut kering. Tanyakan kepada apoteker, apakah obat yang teman-teman konsumsi dapat mengakibatkan mulut kering atau tidak, bila memang teman-teman bermasalah dengan bau mulut.

Banyak penyakit lain yang juga dapat mengakibatkan bau mulut, misalnya infeksi saluran pernapasan (pneumonia atau bronchitis), infeksi sinus kronik, diabetes mellitus, GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease), serta penyakit ginjal atau hati.

Bagaimana cara mengatasi bau mulut?

  1. Lakukan perawatan gigi dan mulut.

– Sikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride untuk menghilangkan plak dan sisa makanan. Sikat gigi setelah makan (bawa sikat gigi ke sekolah atau kantor ketika makan siang).

– Ganti sikat gigi setiap 2-3 bulan atau setiap sehabis sakit.

– Gunakan benang atau pembersih interdental untuk menghilangkan plak dan sisa makanan di antara gigi, paling tidak 1x sehari.

– Berkumur dengan obat kumur antibakteri 2x sehari.

– Lepas gigi palsu pada malam hari, lalu bersihkan sebelum dipakai lagi esok harinya.

  1. Kunjungi dokter gigi secara teratur, paling tidak 2x setahun.

Dokter gigi akan melihat apakah ada masalah atau penyakit pada gigi dan mulut kita, termasuk mulut kering, atau penyakit lain yang mengakibatkan bau mulut. Dengan rutin berkonsultasi dengan dokter gigi, masalah seperti gigi berlubang, tidak akan meluas dan teman-teman dapat terhindar dari terjadinya infeksi gigi atau mulut.

  1. Berhenti merokok dan berhenti mengunyah tembakau

Saya tahu hal ini mungkin sulit untuk beberapa orang. Ada banyak cara dan tips untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Teman-teman bisa menemui dokter untuk konsultasi, atau membaca buku untuk mencari strategi yang cocok untuk berhenti merokok.

Baca juga Go Ahead: Beli Sebatang Rokok lalu Menjadi Cowboy

  1. Minum air putih dalam jumlah banyak.

Minum banyak air putih akan membuat mulut kita tetap lembab. Mengunyah permen karet (yang tanpa gula) atau mengemut permen (yang tanpa gula), akan menstimulasi pembentukan air liur yang bermanfaat untuk menghilangkan sisa makanan dan bakteri di mulut.

  1. Mencatat makanan apa saja yang kita konsumsi.

Jika kita berpikir bahwa bau mulut kita berasal dari makanan, tetapi tidak tahu jenis makanan yang mana, kita bisa membawa catatan tersebut ke dokter untuk dilihat dan dicek. Sebaiknya, obat yang kita konsumsi juga dicatat, karena beberapa obat juga dapat menimbulkan bau mulut.

Mengapa bau mulut terjadi saat berpuasa dan bagaimana cara mengatasinya?

Seperti sudah dijelaskan di atas, mulut yang lembab, tidak kering, adalah salah satu kunci agar tidak terjadi bau mulut. Padahal selama berpuasa, kita tidak mengkonsumsi air selama kurang lebih 13 jam, sehingga jelas mulut menjadi lebih kering. Meski begitu, bukan berarti kita nggak usah puasa lho, tapi hal ini bisa kita siasati dengan lebih banyak mengkonsumsi cairan saat sahur dan buka puasa. Makanya banyak tips puasa, yang menyatakan untuk makan buah yang mengandung banyak air, tetap minum minimal 8 gelas/ 2 liter per hari (dibagi saat sahur, buka puasa, dan sepanjang malam), agar tubuh tidak kekurangan cairan, termasuk mulut kita.

Cara lainnya, sama seperti di bulan-bulan biasa, yaitu dengan tetap merawat gigi dan mulut, seperti menyikat gigi sesudah makan sahur, sesudah buka puasa, dan sebelum tidur bila sehabis tarawih kita sempat ngemil. Kalau mau mengunyah permen karet ya setelah buka puasa, hehe. Ada tambahan tips dari teman, yaitu bisa diakali dengan kumur penyegar mulut,  jangan sampai tertelan ya.

Oh ya, jangan lupa mengunjungi dokter gigi secara teratur, tanpa perlu menunggu sakit gigi dulu:D.

Kalau bau mulut sudah pergi, dijamin lebih pede saat ngobrol dan senyumnya lebih lebar:)

Tanpa bau mulut, senyum akan lebar.

Ada yang punya pengalaman soal bau mulut? Sharing dong…

Sumber: www.webmd.com/oral-health/guide/

(Visited 81 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

25 Comments

  • Prima Hapsari May 28, 2017 Reply

    Iya sih, kalo mulut dalam keadaan nggak ngunyah sama sekali seperti saat puasa cenderung BM. Bisa diakali dengan kumur penyegar untuk mulut itu Mak Di.

    • dian.ismyama June 3, 2017 Reply

      Wah bener ini Mak Prim, aq tambahi edit di tulisan ini ya. Thanks

  • arifah wulansari May 28, 2017 Reply

    Habis sahur emang wajib banget sikat gigi. Selain mencegah bau mulut juga mencegah ada sisa makanan yang rawan ketelen lagi trus jadi batal deh puasanya

    • dian.ismyama June 3, 2017 Reply

      Wkka bener itu ada sisa makanan ya biasanya..kadang aq lepeh kalo nemu sisa makanan

  • Leyla May 29, 2017 Reply

    Kalau bau mulutnya orang yang berpuasa memang spesial, karena gak mengunyah seharian. Tips2nya oke Mak.

  • Uli May 29, 2017 Reply

    Kalo berpuasa msh ok karena ibadah hehe, tips2 nya boleh juga nih mak

  • Fauziah May 29, 2017 Reply

    Sepakat dengan banyak minum air putih dan rajin sikat gigi..makasih sharingnya Mbak..

  • Ihwan May 29, 2017 Reply

    Masalah utama saat puasa emang bau mulut, kalau menurut hadits di hadapan Allah bau mulut orang berpuasa itu seperti minyak wangi misik. Tapii secara kita hidup bersosialisasi apalagi bekerja di sektor publik jadi ga boleh bau mulut. Makasih sharingnya Mbak.

  • Dian Radiata May 30, 2017 Reply

    Kalo lawan bicara kita BM kadang emang mengganggu ya. Trus klo gitu, kadang aku jadi mikir, jangan2 aku BM juga. Hihihi… Tapi bener sih, banyak minum air putih ama rajin gosok gigi setidaknya bisa mengurangi BM. Makasih sharingnya mbak..

    • dian.ismyama June 3, 2017 Reply

      Haha, akupun kalau puasa pasti BM mba. Jadi emang wajar banget, kudu diakali kayak kata mba prima tadi

  • April Hamsa May 30, 2017 Reply

    Lama gak ke dokter gigi euuuiii, behelku sampe dipermanen, mbuh kapan ke sana lg
    Eh, biasanya aku bau mulut abis makan jengkol or pete hahaha,, abis enak ciiiiihhh hahha 😛

    • dian.ismyama June 3, 2017 Reply

      Serius g ke dokter gigi? Ayo dirutinin, apalagi adaa behel

  • elva susanti June 2, 2017 Reply

    Jengkol dan pete mah nggak berani makan mbak selama bulan puasa, jangankan puasa saat nggak puasa aja kl makan kedua jenis makanan itu aroma nyengat banget. Thank’s ya mbak infonya

  • yellsaints June 2, 2017 Reply

    Terima kasih infonya mbak! Sepertinya aku harus banyak mengkonsumsi air putih lagi selama berpuasa ini, supaya saat siangnya berpuasa, tidak bau mulut karena kekurangan cairan.

    • dian.ismyama June 3, 2017 Reply

      Sama2 mak. Ada tips jitu lagi diakali dengan kumur penyegar mulut

  • Anisa Ae June 3, 2017 Reply

    Aku kurang minum banget kalau puasa. Makanya mulut jadi bau, ya? :’D

  • Artha Amalia June 10, 2017 Reply

    Coba cek gigi, mungkin ada yg lubang. Walau kecil bisa mengganggu dan bau. Sama sering kumur pakai listerin. Cek harga dulu di priceza.co.id biar siap budget kalau mau beli di mininarket. Ngefek loo…bekas makanan yg nempel jadi ilang

  • Mei Wulandari June 28, 2017 Reply

    Mb Dian aku termasuk malas gosok gigi terutama kalau malam hari hahaha
    Emang sih suka keganggu kalau bau mulut, apalagi setelah makan duren wkwkwkw
    Aku harus rajin hahaha

Leave a Reply