view dari swiss belinn

Asyiknya Menginap di Hotel Swiss Belinn Solo

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Langit masih gelap kala saya menginjakkan kaki di Stasiun Tugu. Jaket yang sedari tadi menghangatkan badan sewaktu membonceng ojek online, saya lepas karena udara sudah tidak terlalu dingin. Jaket itu justru cenderung membuat saya gerah. Tanpa perlu mengantri, saya berhasil mendapatkan tiket Prameks Jogja-Solo paling pagi, pukul 5.30 wib.

Saya melangkah dengan cepat, meskipun jam di gawai masih menunjukkan pukul 5.15 wib. Baru saja saya merebahkan diri di kursi ruang tunggu, kereta Prameks sudah tiba. Kereta ini datang lebih cepat dari seharusnya.

Alhamdulillah saya mendapatkan tempat duduk di dalam kereta. Seperti yang saya duga, mata saya otomatis terpejam, karena badan terayun-ayun bagai dalam buaian ibunda. Terus terang, saya ngantuk sekali. Sehari sebelumnya saya meliput Temu Inklusi 2018 di Gunung Kidul, dan baru sampai rumah saat Magrib.

Saya packing tengah malam dengan buru-buru. Untung enggak ada yang tertinggal. Tampaknya semakin sering bepergian, packing saya semakin cepat.

“Sesaat lagi, kereta akan sampai di Stasiun Purwosari. Bagi penumpang yang akan turun, diharapkan segera bersiap-siap.”

Saya terbangun mendengar kalimat dari pengeras suara tersebut. Dengan malas, saya angkat dua ransel. Yang satu saya gendong di belakang, sementara lainnya saya letakkan di depan. Stasiun Purwosari belum terlalu ramai. Hanya ada beberapa bapak-bapak paruh baya yang menawarkan becak, ojek, dan taksi. Sedangkan lainnya didominasi oleh penumpang yang baru saja turun dari kereta.

Keluar dari stasiun, bangunan Swiss Belinn Solo sangat mudah ditemukan. Swiss Belinn Solo menjulang tinggi ke atas. Letaknya tepat.di belakang Robinson. Saya bergegas, mengikuti beberapa orang yang hendak menyeberang jalan raya. Saya melewati bagian terbuka di tengah jalan, karena Jalan Slamet Riyadi di depan Stasiun Purwosari searah dan ditutup oleh pembatas jalan.

Begitu sampai di seberang, saya sempat bingung, masuk ke Hotel Swiss Belinn Solo lewat mana? Ternyata jalurnya menjadi satu dengan Robinson. Saya langsung menuju lift dan memencet lantai 11, setelah sebelumnya berkomunikasi dengan Mbak Dana (reporter SCTV) yang menjadi teman sekamar saya.

Siapa sangka, nomor lantai 11 tidak mau menyala. Ternyata harus di- tap dulu menggunakan kartu kamar. Saya menelepon Mbak Dana dan memintanya turun, tapi ia menyarankan untuk meminta tolong pada resepsionis saja. Okelah, untungnya petugas hotel mau membantu saya. Dengan kartu khusus, petugas berhasil memencet tombol nomor 11.

Wah, ternyata Hotel Swiss Belinn ini tinggi sekali. Dengan penuh semangat, saya menuju kamar nomor 1117. Mbak Dana membukakan pintu dan menyapa saya dengan ramah. Kami berkenalan, lalu bersiap-siap untuk sarapan. Mas Uul selaku koordinator acara sudah mewanti-wanti agar semua rombongan siap di lobi hotel pukul 8.00 wib.

Lokasi Swiss Belinn Solo

Hotel ini terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 437, yang merupakan jalan utama di jantung kota Solo. Dari Bandara Internasional Adi Sumarmo membutuhkan waktu tempuh 20 menit, dan hanya berjaak 10 menit dari Stasiun Balapan Solo. Kalau dari Stasiun Purwosari tinggal jalan kaki saja:D

Ada beberapa tempat wisata yang lokasinya sangat dekat dengan Swiss Belinn Solo, antara lain Kampung Batik Laweyan, hanya berjarak 5 menit saja menggunakan kendaraan. Sementara wisata lainnya juga tidak terlalu jauh, misalnya Keraton Kasunanan, Kampung Batik Kauman, Pasar Klewer, Puro Mangkunegaran, Museum Batik danar Hadi, dan Pasar Antik Triwindu.

Bangunan Swiss Belinn Solo

Hotel Swiss Belinn Solo awalnya merupakan pabrik es pertama di Indonesia. Pabrik ini dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1919. Saat saya berkeliling hotel (ke lobi, restoran, dan melihat kolam renang dari jauh), interior hotel sangat bagus. Menurut saya, bangunan dan interiornya mewah dan terlihat baru.

Kamar di Swiss Belinn Solo

kamar swiss belinn solo

Maaf ya spreinya kusut, malamnya habis dipakai tidur:D

Swiss Belinn Solo mempunyai 136 kamar non smoking, dengan pembagian yaitu 6 Superior, 118 kamar Deluxe, 10 kamar Grand Deluxe, 2 Junior Suite, dan 1 kamar Suite. Setiap kamar memilik akses wifi gratis, kulkas mini, kamar mandi dalam dengan shower, peralatan membuat teh dan kopi, televisi, telepon, brankas dengan ukuran laptop, hair dyer dan bathtube di kamar Suite.

pojok kamar swiss belinn solo

Pojok favorit

televisi swiss belinn solo

fasilitas kamar swiss belinn solo

kamar mandi swiss belinn solo

shower swiss belinn solo

Kamar saya juga memiliki semua fasilitas tersebut, kecuali hair dyer dan bathtube ya:D. Semua fasilitas tersebut lebih dari cukup. Penerangannya baik. Kebersihan dan kerapian kamar juga oke. Bahkan tersedia welcome drink berupa jus jeruk, dan sepiring buah-buahan.

view dari swiss belinn

Pemandangan dari kamar saya sangat indah. Mengarah ke kota Solo yang penuh dengan gedung-gedung. Meskipun tidak se- crowded Jakarta, tapi lampu-lampu pada malam harinya cukup menggoda untuk dipotret dan dinikmati. Saya sempat motret pemandangan pada pagi hari.

Baca juga Bellezza Suites Hotel Staycation di Jakarta Rasa Eropa

Hotel Louis Kienne Semarang, Rasakan Sensasi Borderless Swimming Pool

Fasilitas Swiss Belinn Solo

Fasilitas Swiss Belinn Solo sangat lengkap, yaitu 8 ruang meeting, Barelo (Bar, Restaurant, Lounge), Laundry and Dry Cleaning, Kolam Renang, Fitness Center, Spa and Massages, Area Parkir, dan Valet Parking.

Untuk ruang makannya sendiri terletak di lantai 5. Barelo merupakan kombinasi dari bar, restoran dan lounge. Desain restorannya sendiri kasual dan nyaman. Tersedia menu ala carte yang dapat dipesan sepanjang hari. Bar dan Lounge menawarkan berbagai snack dan minuman, buka 24 jam. Terdapat pula fasilitas wifi.

Sarapan di Swiss Belinn Solo

sarapan swiss belinn solo

Sarapan di Swiss Belinn Solo sangat menyenangkan. Saya bahkan mencicipi hampir semua menu. Menu sarapannya terdiri dari makanan lokal dan tradisional. Pada hari pertama, saya mengambil nasi goreng seafood (kalau enggak salah), kwetiaw, sayur sawi caisim, sosis sapi, dengan lauk ayam. Itu masih ditambah sereal, yogurt, buah, roti, omelet, dan waffle.

waffle swiss belinn solo

Waffle favorit. Topping bisa gula halus, cokelat, misis, choco chips, keju, dan sebagainya

Hari kedua, saya lagi-lagi makan nasi goreng (lupa nasgor Thailand atau nasgor apa gitu), mi goreng, sayur jamur, sosis ayam, omelet, puding, kue-kue manis, dan sereal. Sarapan pada hari ketiga ada spageti, dan ayam bakar madu. Untuk lauk-lauk lain yang pedas, tidak saya ambil, karena saya takut kalau perut malah enggak enak di pagi hari.

bubur ayam swiss belinn solo

Ternyata saya mengambil suwiran ikan asin:D

Saya juga sempat mencicipi bubur ayam lho. Taburan di atasnya bebas milih. Mulai dari abon ayam, suwiran ikan (yang ternyata ikan asin), cakwey, emping, telur, kacang, bawang goreng, dan sebagainya. Di meja lain lengkap ada salad sayur, dan juga seperangkat roti bakar beserta olesan dan topping -nya.

Minumannya terdiri dari jus apel, jeruk, semangka/jambu, susu, teh, dan kopi. Ada juga infus water dan air putih. Rasanya bagaimana? Wow, saya kasih nilai 4,5 bintang.

Kalau kamu bosen sarapan di dalam ruangan, bisa banget sarapan di sisi resto bagian luar. Pemandangannya menakjubkan. Lengkap dengan berkas sinar matahari yang menyentuh kulitmu.

Kolam Renang

Sayang saya enggak sempat berenang. Memang enggak niat bawa baju renang. Tapi dari restoran, terlihat ada playground di pinggir kolam renang. Wah, anak-anak pasti suka.

Dikunjungi oleh Penulis Buku Parenting

Pengalaman yang paling tidak bisa saya lupakan kala menginap di Swiss Belinn Solo adalah berkunjungnya seorang penulis buku parenting bernama Bu Nurul Chomaria. Beliau memang asli Solo. Kami bertemu pertama kali di TPY (Temu Penulis Yogyakarta) sebuah komunitas penulis di Jogja.

Nurul Chomaria

Foto by Bu Nurul Chomaria

Senang sekali rasanya, saat beliau berkata akan mengunjungi saya yang sedang berada di Solo. Sabtu pagi, teman sekamar saya, Mbak Dana, sudah lebih dahulu pulang. Ia kembali ke Jakarta dengan penerbangan pagi. Oleh karena itu, saat Bu Nurul datang, kami bisa mengobrol ngalor-ngidul di kamar.

Saya banyak mendapat ilmu-ilmu baru tentang menulis buku. Bu Nurul tidak pelit berbagi. Mulai dari manajemen waktu, tips menulis, hingga dapurnya penulis buku, eeaa:)

Setelah mengobrol selama kurang lebih satu jam, tibalah saatnya untuk check out. Maklum, kereta saya pukul 10.40 wib, karena saya ada acara di Jogja pukul 2 siang. Saya dan Bu Nurul berpamitan, beliau mengantar saya hingga ke luar hotel. Terima kasih Bu Nurul atas waktu berharga yang ibu berikan. Sampai jumpa lagi di Jogja.

Kesimpulannya, saya puas menginap di Swiss-Belinn Solo. Pelayanannya oke, fasilitasnya juga lengkap. Menu sarapannya banyak pilihan, dan rasanya lezat. Ada yang pernah menginap di sini juga?

Reservation and Information

Telepon: (+62 271) 745 1111

Fax: (+62 271) 745 1111

E-mail: solo-sisr@swiss-belhotel.com

(Visited 49 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

12 Comments

  • Marfa November 7, 2018 Reply

    Wah namanya kaya di luar negeri saya kirain wkwkwk btw pojok meja kerja lucuk bangeewt sik dan wafflenya mau banget keliatan yummy

  • Ruli retno November 7, 2018 Reply

    Wah kalo ke solo sepertinya hotel ini cukup recomended dan nyaman buat bawa anak2 ya. Ngiler liat waffle hehe

  • kening_lebar November 7, 2018 Reply

    Aku ngiler suwiran ikan asinnya 😽

    Rate kamarnya terjangkau kah?

  • Dian Safitri November 7, 2018 Reply

    Wahhhhhh boleh nih jadi rekomendasi tempat nginep di Solo. Ada rencana ke Solo dalam waktu dekat sih, tapi karena judulnya nebeng aku ga tau dan ga bisa milih nginep dimananya. Tapi kalau pergi berdua suami boleh nih nginep di Swiss Belinn. Thanks ya, Mbak

  • Nurul Fitri Fatkhani November 7, 2018 Reply

    Wah asyiknya bisa ketemuan dengan seorang penulis.
    Waktu makan bubur, pasti kaget ya, ternyata suwirannya ikan asin hihihi. Tapi pasti tetep enak kaaan…😊

  • RHOSHANDHAYANI KT November 7, 2018 Reply

    Loh kok nasgornya gak difoto kak? Padahal aku pengen lihaaaat
    Wafflenya itu enak ya? Dilihat dari potongannya aja, itu kayak crunchy gimanaa gitu. Iya nggak sih??

    Btw, ini kan bekas pabrik es, masih tersisa kah secuil bangunan yang menunjukkan bahwa ini dulunya adalah pabrik es?

  • Rindang Yuliani November 7, 2018 Reply

    Wah, hotelnya tinggi sekali! Ga salah kalau dibilang mbak menjulang. Seru ya mbak bisa menghadiri acara dan menginap di hotel sebagus swiss belling solo.

  • Rinda Gusvita November 7, 2018 Reply

    Fasilitas nya komplit ya mbak. Itu aku ngiler liat wafelnya. Kapan2 main ke joglosemar aaahhh… Thanks rekomendasi tempat nginepnya 😍😍

  • Ririe Khayan November 7, 2018 Reply

    Salut padamu MakDi, maghrib baru dtg dr acara inklusk di gunkid, malamnya dah packing untuk the next journey, mana berangkatnya puagiii.

    Fasilitas yang ditawarkan Hotel swiss belinn Solo memang bikin nagih utk datang dan datang tuh.

  • lendyagasshi November 7, 2018 Reply

    Solo balapan.
    Saya senengnya kalau nginep di hotel sepanjang jalur mudik (kaya Jogja, Semarang, Solo) pasti khas Jawa-nya dappeett.

    Kaya dari makanan sampai arsitekturalnya.

    Aku pikir namanya Swiss Berlin looh..
    Hihii~
    Ternyata Swiss Belinn.

  • Hellofika November 7, 2018 Reply

    Sepertinya 2017 November, aku jg sempat menginap disini. Tapi cuma numpang tidur doang.. krn jam 6 Kita udah pada check out. Btw bener deh makanannya enak enak.. waktu itu kami dibekali Nasi kotak. Rasa masakannya sedap sedap

  • Oky Maulana November 7, 2018 Reply

    YA AMPUN! Beta penasaran banget sama Solo, belom kesampaian kesana sama sekali, jadi pengen mupeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng! Huhuhuu

Leave a Reply

error: Content is protected !!