Aplikasi GAWE, Solusi Kebutuhan Mahasiswa yang Ingin Bekerja Sambilan

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Siapa yang dulu pas masih kuliah sudah punya penghasilan sendiri? Saya ngacung dong. Sejak kuliah, saya memang bekerja sambilan, dengan tujuan uangnya untuk membeli buku. Uang jajan dari orangtua sih enggak pernah kurang, karena saya enggak merantau. Orangtua di Jogja, dan saya kuliah di Jogja. Uang jajan cukup buat makan siang di kantin kampus, bahkan kalau saya makan di rumah, uang tersebut utuh dan bisa buat beli baju, tiket konser, dan sebagainya. Meski begitu, enggak tahu kenapa, saya merasa senang jika bisa mempunyai uang hasil dari keringat sendiri. Makanya waktu kuliah dulu, saya sempat berjualan pulsa, berjualan pin (sesuai pesanan), bahkan berjualan jus. Saya sama sekali enggak merasa malu tuh, justru bangga.

Selain itu, saya juga menjadi asisten praktikum di kampus. Lumayan banget lho gaji asisten buat ukuran mahasiswa. Pernah juga menang lomba nulis (kalau diingat-ingat, tulisan pertama saya ya ikutan lomba karya tulis ilmiah itu) dengan hadiah ada uangnya. Senang dong tentunya, saya merasa beruntung mendapat kesempatan untuk melakukan hal yang kita sukai, sekaligus mendapat keuntungan dari segi materi.

Manfaat memiliki pekerjaan sambilan atau part time itu banyak sekali teman-teman. Miriplah dengan keuntungan berorganisasi, bedanya ini dibayar.

Kalau boleh saya simpulkan berdasar pengalaman pribadi, setidaknya ada 3 manfaat bekerja sambilan:

1. Belajar bertanggung jawab

Sebagai mahasiswa, tentu teman-teman sudah belajar bertanggung jawab terhadap tugas kuliah. Nah, dengan bekerja, pembelajaran tanggung jawab ini menjadi lebih terasa, karena ada rekan kerja maupun atasan yang bekerja bersama teman-teman. Tak hanya itu, tanggung jawab juga berlaku kepada pelanggan atau klien tergantung dari tempat kerja masing-masing. Risikonya enggak hanya enggak dapat duit, tapi nama baik dapat tercoreng ketika teman-teman lalai terhadap job desk. Oleh karena itu, kebanyakan orang akan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab setelah bekerja.

2. Belajar disiplin

Ketika kuliah, kalau bangun kesiangan kadang kita jadi malas berangkat ke kampus kan? Kecuali pas ada ujian. Saat bekerja, enggak bisa gitu. Teman-teman akan lebih disiplin soal waktu, misalnya dengan memasang alarm agar tidak terlambat datang.

3. Mendapat uang

Siapa sih yang enggak butuh uang? Saya sih dulu saat mahasiswa termasuk yang jarang nongkrong benernya. Kalau ada uang mending buat beli buku, atau paling pol untuk beli tiket film yang diputar di kampus-kampus gitu. Atau saat ada acara bazar di fakultas lain, cuzz deh datang. Dan semuanya jelas pakai uang. Enggak mungkin dong biaya kuliah dari orangtua dihabiskan untuk kesenangan di atas.

Buat mahasiswa perantau, saya yakin kondisinya lebih kompleks. Kadang uang transferan terlambat, atau malah uang bulanan mendadak habis di pertengahan bulan. Kalau enggak pandai-pandai mengatur, memang dipastikan mahasiswa bisa boros karena menggunakan uang dari orangtua tidak berdasar skala prioritas. Mahasiswa zaman sekarang bagaimana? Saya yakin kebutuhan sekunder dan tersiernya lebih banyak lagi. Diajak teman berkaraoke, enggak enak kalau nolak. Diajak teman mengobrol di coffee shop, enggak mungkin kalau enggak pesan kopi. Diajak traveling atau naik gunung? Itu juga butuh duit ciinnn! Oleh karena itu, mendapat penghasilan sendiri adalah anugerah buat mahasiswa.

Pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa, yang bagaimana?

Dulu zaman saya kuliah (tebak tahun berapa, hehe) dunia digital, internet dan sosial media belum segencar sekarang. Otomatis pekerjaan sambilan yang saya lakukan ya dapatnya dari teman atau mulut ke mulut. Kebanyakan pekerjaan yang saya ambil adalah wirausaha, karena paling memungkinkan dengan waktu yang fleksibel. Ada beberapa teman saya yang bekerja sambilan dengan lebih ketat lagi, yaitu menjaga warnet, atau rental VCD di zamannya. Ada juga lho yang menjaga toko seperti butik, demi mendapat penghasilan tambahan. Intinya sih, sebisa mungkin pekerjaan yang mahasiswa ambil adalah yang tidak mengganggu waktu kuliah.

Pentingnya aplikasi GAWE untuk pencari kerja dan penyedia pekerjaan

mencari kerja harian

Tak dipungkiri bahwa untuk mencari pekerjaan yang fleksibel, tidak semudah membalik telapak tangan. Hal inilah yang dialami oleh tiga pendiri aplikasi GAWE, sehingga akhirnya mereka membuat sebuah inovasi. Kendala mahasiswa yang kesulitan mencari pekerjaan, sebanding dengan pengusaha kecil dan menengah yang kadang juga kesulitan mendapatkan tenaga kerja honorer.

Berbeda dengan aplikasi pencari kerja lainnya, GAWE fokus kepada menyediakan kebutuhan akan pekerjaan atau pegawai sementara, secara real time. Hal ini dilatarbelakangi oleh menjamurnya usaha online atau UKM, yang sering membutuhkan tenaga kerja temporer di saat yang cepat. Sebagai contoh saat pengusaha batik mendapat orderan banyak, maka ia membutuhkan tenaga tambahan. Atau saat pengusaha franchise makanan kesulitan mencari karyawan pengganti disaat pegawai tetapnya sakit. Adanya kebutuhan, dan tersedianya mahasiswa yang ingin bekerja sambilan, tentu menjadi peluang yang dilihat oleh pendiri GAWE.

Kurniawan Aryanto sebagai Co-founder GAWE menyatakan bahwa aplikasi ini membantu banyak orang untuk mendapatkan penghasilan, tanpa harus mempunyai keahlian khusus, modal, dan bahkan bisa cepat mendapat pekerjaan. Selain itu, para pengusaha pun tertolong dalam hal ketersediaan SDM tidak tetap. Eltroy Hafidi Hardoyo, CEO GAWE mengungkapkan bahwa aplikasi ini memang menyasar mahasiswa, dengan tujuan membantu mahasiswa untuk tetap dapat menyelesaikan kuliah tanpa takut terkendala biaya. Sekaligus dapat menjadi pengalaman baru bagi para mahasiswa, untuk bekal masuk ke dunia kerja nantinya, atau bahkan memberi mereka ilmu untuk menjadi pengusaha.

What next?

Aplikasi GAWE tidak hanya berhenti dalam mempertemukan mahasiswa dengan pengusaha kecil atau menengah. Kelak, semua level pendidikan dan semua umur bisa menggunakan aplikasi ini. Pada saat launching tanggal 17 November 2017, Budiarto Harsono, Co-founder GAWE menjelaskan bahwa ia berharap aplikasi GAWE dapat segera menjangkau seluruh wilayah Jabodetabek. Sekarang, bahkan sudah ada beberapa partner yang mendekati untuk membangun dan mengembangkan aplikasi ini. Pak Budiarto sendiri menginginkan partner kerja sama yang mempunyai visi sama, yaitu bagaimana dapat menggerakkan perekonomian dengan mempertemukan kebutuhan UKM mengenai SDM, dengan tenaga kerja yang memang membutuhkan pekerjaan temporer. Selanjutnya, para founder GAWE berharap agar aplikasi ini dapat melebarkan sayap ke Asia Tenggara, dan menyusul ke Asia.

Mencoba aplikasi GAWE

Wah, saya tertegun nih dengan aplikasi GAWE. Coba zaman saya masih mahasiswa ada aplikasi ini ya, bisa nabung banyak deh:D. Bermanfaat banget lah aplikasi ini, terutama buat teman-teman yang memang membutuhkan penghasilan tambahan, tanpa terikat waktu atau kontrak kerja. Saya sampai menginstal langsung aplikasi ini, karena tertarik dan penasaran.

aplikasi GAWE

Pertama-tama teman-teman akan diminta untuk mengisi data, termasuk foto diri, foto KTP dan atau foto kartu mahasiswa. Profil teman-teman akan diverifikasi oleh tim GAWE setelah mengunggah KTP. Ini penting karena jangan sampai mempekerjakan orang yang tidak terdaftar sebagai warga negara, atau illegal, kan serem.

Setelah diverifikasi, teman-teman langsung dapat menggunakan aplikasi GAWE. Akan ada kolom chat sehingga bisa langsung berkomunikasi dengan pemberi pekerjaan. Verifikasinya enggak pakai lama lho, 10-15 menit setelah mengunggah KTP, profil saya sudah diverifikasi.

aplikasi GAWE

Oh ya, ada juga kolom history lho, yang isinya riwayat penghasilan teman-teman. Selain itu juga ada detail berapa kali bekerja, dan rating teman-teman. Nah dengan rating ini, para pekerja pun enggak boleh asal bekerja, seperti saya sampaikan di atas, nama baik atau kinerja akan menentukan pekerjaan teman-teman selanjutnya.

aplikasi GAWE

Ada lagi yang seru di aplikasi GAWE, yaitu terdapat banyak artikel-artikel menarik di bagian home. Artikelnya tentu yang berhubungan dengan tips mengenai kerja sambilan, peluang kerja, dan sebagainya.

aplikasi GAWE

Saat kemarin pengasuh anak saya izin karena sakit,  saya mencoba mencari pengasuh sementara via GAWE. Teman-teman tinggal mengklik kolom mencari pekerja, lalu mengisi data mengenai kriteria pekerja yang dibutuhkan dan pekerjaan apa yang akan teman-teman berikan.

aplikasi GAWE

Gawe

Nanti akan muncul berapa rupiah jumlah kompensasi yang didapatkan oleh pekerja yang akan kita hire. So far aplikasi GAWE responnya cepat, dan lokasi pekerja juga tidak jauh (karena memang posisi akuratnya paling jauh 5 km dari posisi pencari kerja). Untuk lingkup pekerjaan sendiri seperti mencari orang untuk membetulkan pagar, membantu mengecat rumah atau packing barang untuk pengiriman di online shop, dan membantu usaha UKM, dapat teman-teman cari melalui aplikasi GAWE.

Kalau teman-teman ingin bergabung seperti saya, baik menjadi penyedia kerja (pengusaha kecil dan menengah) atau menjadi pencari kerja, langsung ke GaweDulu ya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk teman-teman semua.

mencari kerja harian

(Visited 26 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

4 Comments

  • Ria Bilqis December 6, 2017 Reply

    Adanya aplikasi Gawe mempermudah bagi pencari kerja dan pencari pekerja (karyawan ) harian. Senang sekali rasanya beda dengan jaman dulu harus keluar ongkos.

  • Uli Hartati December 6, 2017 Reply

    wahhh bagus ya aplikasinya, nice info dan mau dicobain ah karena pengen cari gawe nih hehe

  • Inayah December 6, 2017 Reply

    waah coba ini sudah ada pas jaman kuliah dulu ya

  • Maliha December 7, 2017 Reply

    Aplikasi GAWE ini boleh nih dicoba, praktis dan mudah banget caranya untuk cari kerja

Leave a Reply

error: Content is protected !!