terminal 3 bandara soekarno hatta

5 Tips Memilih Transportasi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Tahun 2018 dan 2019 ini saya berkali-kali ke Jakarta. Dimulai sejak awal tahun 2018 yang mengharuskan saya untuk mengikuti tes OSCE untuk memperpanjang sertifikasi kompetensi apoteker. Ya, seorang apoteker haruslah tersertifikasi kompetesinya. Dan sertifkasi tersebut diperbaharui setiap lima tahun sekali.

Saat itu, saya menginap di kos adik yang berada di daerah Jakarta Pusat. Tepatnya di Kuningan. Mengapa? Karena lokasinya sangat dekat dengan tempat ujian saya. Adik menyarankan saya berangkat menggunakan pesawat yang turun di Halim Perdanakusuma. Selain lebih dekat, transportasi dari bandara ke kos adik saya juga lebih mudah dicari. Tapi malam itu, saya mengalami hal yang kurang nyaman.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kendaraan ojek maupun mobil online tidak diizinkan menjemput penumpang di bandara. Sebagai gantinya hanya taksi bandara saja yang dapat digunakan. Alhasil saya pun menaikinya. Kelemahan argo pun terjadi. Ketika jalanan macet, otomatis harga argo meningkat terus. Jarak kos adik dengan Halim Perdanakusuma yang seharusnya hanya memakan waktu 30 menit, ini menjadi satu jam. Belum lagi Pak sopir yang masih bertanya dia harus lewat mana.

Akhirnya, tarif yang biasanya hanya 40.000 rupiah, meroket menjadi 100.000 rupiah. Imbasnya adalah, ketika saya ke Jakarta di bulan-bulan berikutnya, saya jadi malas menaiki taksi yang tarifnya baru diketahui di akhir perjalanan.

Saat itu, saya ke Jakarta untuk mendampingi seleksi SD putri sulung yang bernama Najla. SD swasta yang kami pilih mensyaratkan seleksi selama lima hari berupa sit in.

Jadi, anak bersekolah biasa dari pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang. Nah, selama kegiatan di sekolah itulah anak dinilai apakah memenuhi syarat untuk diterima di sana.

teknonatura

Sebagai informasi, SD pilihan pertama saya dan suami adalah Teknonatura. Sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang hanya menerima 16 murid per tahun. Dari 16 murid, 8 orang berjenis kelamin perempuan dan 8 lagi laki-laki. Mereka mencari murid dari empat kuadran yaitu pemimpin, pembicara, pemikir, pelaksana).

Saat sit in, anak dengan perilaku bullying langsung dicoret. Bayangkan, cukup sulit bukan untuk diterima di MI Teknonatura.

Saya menelepon apakah masih ada kuota untuk mengikuti seleksi, alhamdulillah masih ada untuk perempuan. Kami diminta datang secepatnya untuk menyerahkan formulir online yang sebelumnya bisa di download di website Teknonatura.

Tanggal 15 Desember 2018, saya dan Najla (putri sulung) berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api. Kami melanjutkan perjalanan ke Depok, Jawa Barat dengan lama perjalanan selama kurang lebih satu jam.

Paginya, kami berkeliling dua sekolah. Hujan deras turun ketika kami akan mendatangi SD ketiga. Hari kedua, kami mengunjungi tiga sekolah di kawasan Sukmajaya. Lalu sore harinya sudah bersiap menuju bandara. Terus terang, lagi-lagi Halim Perdanakusuma menjadi pilihan. Meski begitu, tak menutup kemungkinan kami memilih terbang melalui bandara Sekarno-Hatta bila jadwalnya cocok.

terminal 3 bandara soekarno hatta

Sebenarnya hal apa saja yang dibutuhkan oleh penumpang sehingga mereka memutuskan menggunakan mode transportasi tertentu dari dan ke bandara? Kebutuhan penumpang ini sekaligus menjadi tips bagi yang sedang mencari kendaraan publik ke dan dari bandara di Jakarta.

1. Harga

Buat saya pribadi, harga menempati urutan ke atas. Apalagi jarak antara bandara-bandara di Jakarta dengan tempat tinggal cukup jauh, terutama Bandara Soekarno Hatta. Jadi kalau ada mode transportasi yang lebih murah dan terpercaya, pasti saya coba.

2. Ada banyak pilihan waktu keberangkatan

Jadwal beberapa mode transportasi hanya ada di jam – jam tertentu. Kadang, waktu tersebut tidak sesuai dengan jam keberangkatan atau kedatangan pesawat kita. Oleh karena itu, amatlah penting pemilihan jadwal transportasi umum dari dan ke bandara ini.

3. Berbagai pilihan titik keberangkatan

Tidak semua transportasi umum mau menjemput ke lokasi penginapan kita. Terutama jika berwisata ke Jakarta dan menginap di hotel atau sedang berbelanja sebelum pulang. Kita terpaksa menuju pool atau tempat tunggu transportasi umum tersebut. Jika ada kendaraan publik yang dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan ini, tentu akan sangat nyaman bagi penumpang.

Baca juga Staycation di Belleza Suite Hotel Jakarta

4. Titik turun fleksibel

Sama halnya dengan titik keberangkatan, titik turun juga penting. Bandara Soekarno-Hatta itu luas sekali. Jarak dari terminal satu ke terminal lainnya lumayan bikin lemak terbakar kalau harus jalan kaki. Apalagi kalau bawa anak-anak atau barang banyak.

5. Tiket dapat dipesan secara online

Zaman serba digital ini sangat memudahkan para konsumen termasuk penumpang yang mencari transportasi umum ke bandara. Kalau bisa pesan secara online kenapa harus offline?

Nah, ngomong-ngomong tentang pemesanan online, sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari. Untuk transportasi ke dan dari Bandara Sekarno-Hatta menuju Jakarta dan sekitarnya, tersedia berbagai pilihan, salah satunya big bird bus bandara via Traveloka.

Layanan ini disebut juga Big Bird JAC (Jabodetabek Airport Connextion) yang dikembangkan PT Blue Bird Tbk. Asyik banget karena harganya terjangkau. Rutenya juga strategis yaitu dari hotel dan pusat perbelanjaan menuju Bandara Soekarno-Hatta atau sebaliknya.

Lokasi turun sudah tersedia ke Jakarta Barat, Blok M, Thamrin City, Kalibata, Tanah Abang, Jakarta Kota, dan Gambir. Shuttle bus ini beroperasi pada pukul 06.00 – 23.00 WIB setiap harinya. Fasilitasnya juga istimewa, mulai dari kapasitas 24 kursi plus sejumlah fasilitas, seperti koneksi WiFi, LED TV, stopkontak, dan layanan bagasi.

Sedangkan yang premium berkapasitas 12 kursi dilengkapi LED TV pribadi, toilet, meja lipat, koneksi WiFi, stopkontak, minuman gratis, dan layanan bagasi. Penumpang bus premium juga akan dilayani oleh seorang pramugara selama perjalanan.

Gimana? Sekarang kalau mau ke Jakarta baik untuk keperluan bisnis, pekerjaan ataupun jalan-jalan sudah tidak khawatir lagi tentang transportasi ke dan dari bandara.

Baca juga Wisata Betawi di Setu Babakan Jakarta Selatan

Kalau kamu punya tambahan tipskah dalam memilih transportasi umum dari dan ke bandara?
(Visited 31 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

2 Comments

  • Ipeh Alena January 27, 2019 Reply

    Sekarang apa-apa lebih mudah, yah. Bisa melalui online. Jadi lebih efisien

  • Akut Wibowo January 27, 2019 Reply

    Terima kasih tipsnya kak. Yang online inilah yang sedap. Bisa atur waktu, atur budget. Less worry.

Leave a Reply

error: Content is protected !!